Partai Putin Menang Telak, Ukraina Tolak Hasil Pemilu di Wilayah Sengketa
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Partai Rusia Bersatu mempertahankan dominasinya di parlemen Rusia setelah meraih 57,83 persen suara dalam pemilihan umum State Duma yang berlangsung pada 18-20 September 2026.
Berdasarkan hasil sementara Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia setelah lebih dari 95 persen suara dihitung, Rusia Bersatu diperkirakan memperoleh 355 dari total 450 kursi State Duma. Jumlah tersebut membuat partai yang mendukung Presiden Vladimir Putin tetap memiliki mayoritas konstitusional.
Perolehan tersebut juga menjadi jumlah kursi terbesar yang pernah diraih Rusia Bersatu dalam pemilu parlemen. Pada pemilu 2016, partai tersebut memperoleh 343 kursi.
Di bawah Rusia Bersatu, Partai Komunis Rusia memperoleh sekitar 13,8 persen suara, sedangkan Partai Demokrat Liberal Rusia (LDPR) meraih sekitar 9 persen. Partai New People juga berada di atas ambang batas parlemen berdasarkan hasil sementara.
Pemilu kali ini menjadi pemilihan parlemen pertama sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Pemungutan suara juga mencakup wilayah yang diklaim Rusia sebagai bagian dari wilayahnya, termasuk Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Status wilayah-wilayah tersebut menjadi persoalan yang ditolak Ukraina dan sejumlah pihak internasional.
Pelaksanaan pemungutan suara berlangsung di tengah perang yang masih berlanjut. Pada hari terakhir pemilu, serangan drone Ukraina dilaporkan menyasar Moskow dan wilayah sekitarnya. Serangan tersebut memicu ledakan dan kebakaran, termasuk di fasilitas industri.
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyatakan serangan drone tersebut bertujuan mengganggu pelaksanaan pemilu. Pemerintah Rusia menyebut militernya berhasil menangkis ribuan drone yang diluncurkan, termasuk sekitar 450 drone yang diarahkan ke Moskow.
Selain serangan udara, proses pemilu juga diwarnai serangan siber terhadap infrastruktur pemilihan. Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat Rusia Ella Pamfilova menyebut serangan dilakukan oleh kelompok yang terorganisasi dan menggunakan perangkat berbasis kecerdasan buatan.
Baca Juga: Kejutan Diplomasi! Xi Jinping Temui Donald Trump 23 September, Ini Agenda Krusial yang Dibahas
Hasil pemilu tersebut diperkirakan mempertahankan susunan mayoritas di State Duma untuk periode berikutnya. Dengan 355 kursi, Rusia Bersatu berada jauh di atas ambang 301 kursi yang diperlukan untuk mempertahankan mayoritas konstitusional.
Pemerintah Ukraina menolak hasil pemilu tersebut dan menyatakan proses pemungutan suara di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia tidak sah. Sementara itu, Rusia menyatakan akan meningkatkan tekanan militernya terhadap Kyiv sebagai respons terhadap serangan Ukraina.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: