Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Menanti Prospek Perundingan AS-Iran

        Harga Minyak Naik Tipis, Pasar Menanti Prospek Perundingan AS-Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak mentah bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (22/9/2026) setelah mengalami penurunan dalam beberapa sesi sebelumnya. 

        Mengutip Reuters minyak Brent berjangka kontrak November naik 22 sen atau 0,22% menjadi US$100,57 per barel pada pukul 00.21 GMT. 

        Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Oktober yang akan berakhir pada Selasa naik 2 sen atau 0,02% menjadi US$95,80 per barel.

        Adapun kontrak WTI November yang lebih aktif diperdagangkan naik 13 sen atau 0,14% menjadi US$92,49 per barel.

        Pergerakan harga tersebut terjadi setelah minyak mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya. Pada Senin, Brent ditutup turun US$3,53 atau 3,4% menjadi US$100,34 per barel, sedangkan WTI Oktober merosot US$4,52 atau 4,51% menjadi US$95,78 per barel. Kedua acuan tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 9 September. 

        Analis KCM Trade Tim Waterer menilai penguatan harga minyak pada Selasa lebih mencerminkan aksi short covering setelah penurunan sebelumnya, bukan perubahan fundamental di pasar.

        "Pergerakan naik WTI dan pembukaan Brent yang lebih kuat tampak seperti reli short covering setelah penurunan baru-baru ini, bukan perubahan fundamental," kata Waterer.

        Menurut dia, pelaku pasar yang sebelumnya memasang posisi untuk penurunan harga mulai mengurangi risikonya sembari menunggu perkembangan diplomasi AS-Iran.

        Baca Juga: IHSG Berpotensi Uji 6.300-6.350, Harga Minyak Jadi Katalis Positif

        Baca Juga: Minyak Mentah Turun Jari US$103 Per Barel di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah

        Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang diperkirakan berada di New York dalam rangka menghadiri Sidang Umum PBB.

        Iran dan AS juga disebut telah saling melontarkan ancaman pada Minggu. Di sisi lain, Iran melalui mediator dilaporkan telah menyampaikan sejumlah syarat untuk kembali terlibat dalam perundingan.

        Waterer memperkirakan harga minyak masih akan bergerak dalam rentang terbatas dan sangat sensitif terhadap perkembangan berita hingga terdapat kejelasan mengenai kemajuan atau kemunduran upaya diplomatik kedua negara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: