Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Pegiat politik, sosial, dan ekonomi Arif Wicaksono menilai Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), justru akan mengecilkan nilai politiknya sendiri apabila berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029.
Menurutnya, Dedi Mulyadi tidak membutuhkan Gibran untuk meningkatkan daya saing politiknya. Sebaliknya, putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu yang dinilai akan memperoleh keuntungan apabila berhasil menggandeng KDM.
Penilaian tersebut merujuk pada hasil survei Media Survei Nasional (Median) yang menunjukkan elektabilitas Dedi Mulyadi mencapai 19,8 persen, sementara Gibran hanya berada di angka 2 persen.
"KDM nggak butuh Gibran. Yang butuh justru sebaliknya. Kalau KDM rela jadi pasangan itu, artinya dia sendiri yang ngecilin nilainya: 19,8% berbanding cuma 2%. KDM apa mau dipinjam popularitasnya?" tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (22/9).
Berdasarkan survei Median, Prabowo Subianto memimpin simulasi terbuka calon presiden dengan elektabilitas 32,2 persen. Dedi Mulyadi berada di urutan kedua dengan 19,8 persen, disusul Anies Baswedan di posisi ketiga dengan 19,5 persen. Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hanya memperoleh 2 persen dukungan.
Baca Juga: Geger! Denny Indrayana Bikin Terobosan Hukum, Proses Pemakzulan Gibran Disebut Bisa Lebih Cepat
Adapun dalam simulasi semi terbuka calon presiden, Prabowo Subianto meraih elektabilitas 32,4 persen. Dedi Mulyadi mendapat 20,6 persen, Anies Baswedan mengantongi 20,5 persen, sedangkan Gibran Rakabuming Raka mencatatkan elektabilitas sebesar 2,6 persen.
Survei tersebut dipublikasikan pada 1 September 2026 berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan pada 21 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: