Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak'

        Bahlil Tawarkan Lahan dan Energi RI untuk Data Center: 'Pulau Kami Masih Terlalu Banyak' Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan potensi wilayah dan sumber energi Indonesia kepada investor yang ingin membangun pusat data atau *data center*. Menurutnya, Indonesia memiliki wilayah yang luas sekaligus beragam sumber energi yang dapat menopang kebutuhan industri tersebut.

        "Bapak Ibu semua tidak perlu ragu para investor kalau membangun data center di Indonesia, wilayah kami ini wilayah yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pulau kami masih terlalu banyak. Energi tidak hanya dari matahari, ada juga dari air, ada panas bumi, ada dari angin, dan macam-macam sekali," ujar Bahlil dalam acara MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD Tangerang, Selasa (22/9/2026).

        Bahlil mengatakan keberagaman sumber energi menjadi salah satu modal Indonesia untuk menarik investasi data center. Selain tenaga surya, pemerintah juga melihat potensi energi air, panas bumi, angin, dan sumber energi lainnya untuk memenuhi kebutuhan listrik.

        Pemerintah juga menjanjikan kemudahan bagi investor yang tertarik masuk ke sektor tersebut. Bahlil menegaskan pemerintah terbuka memberikan fasilitas agar pembangunan data center dapat berkembang di Indonesia.

        "Kita akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi Bapak Ibu semua," tegas Bahlil.

        Menurut Bahlil, persoalan kebutuhan listrik untuk data center juga tidak perlu menjadi kekhawatiran investor. Ia memastikan PT PLN (Persero) akan menyiapkan pasokan listrik sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan apabila investor menyampaikan rencana pembangunan.

        "Menyangkut listriknya saya pikir gak ada masalah. Begitu mereka menyampaikan keinginannya, terus ditambah berapa kapasitas kebutuhan listrik yang dibutuhkan, pasti PLN akan menyiapkan," katanya.

        Jaminan tersebut menjadi bagian dari tawaran pemerintah kepada investor data center yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar dan stabil. Dengan kebutuhan kapasitas yang disampaikan sejak awal, pemerintah melalui PLN disebut akan menyesuaikan penyediaan listrik untuk proyek tersebut.

        Bahlil juga mengarahkan investor untuk melihat peluang di sektor energi baru terbarukan (EBT). Ia menyebut saat ini merupakan momentum yang tepat bagi investor yang ingin masuk ke sektor energi tersebut.

        "Saya yakinkan kalau mau investasi, ini momennya sekarang ini. Ini timing yang pas, timing yang pas. Ini timing yang pas, ada mau bangun di Kalimantan, ada yang mau bangun di Sumatra," ujar Bahlil.

        Baca Juga: Bahlil Tegaskan Persetujuan RKAB Bayan Tak Terkait Transaksi Saham Haji Isam

        Salah satu potensi yang disorot Bahlil berada di Papua. Ia menyebut potensi tenaga air di Sungai Mamberamo mencapai sekitar 23 gigawatt (GW) yang dapat menjadi salah satu sumber energi untuk dikembangkan.

        "Kalau ada yang mau air, PLTA di Papua, Sungai Mamberamo itu dua potensinya 23 gigawatt," katanya.

        Selain Papua, Bahlil menyebut potensi energi di Kalimantan. Wilayah Kayang disebut memiliki potensi sekitar 12 GW.

        "Kalau di Kalimantan di Kayang itu kurang lebih sekitar 12 gigawatt," ujar Bahlil.

        Jika mengacu pada dua potensi yang disebut Bahlil tersebut, terdapat sekitar 35 GW potensi pembangkit yang ditawarkan dari Papua dan Kalimantan. Namun, angka tersebut merupakan potensi yang disampaikan pemerintah, bukan kapasitas listrik yang sudah tersedia atau telah terbangun.

        Penawaran tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya mengandalkan luas wilayah sebagai daya tarik investasi data center. Ketersediaan berbagai sumber energi, termasuk EBT, juga ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk menarik investasi ke Indonesia.

        Bahlil pun meminta investor tidak ragu memilih Indonesia sebagai lokasi pembangunan data center. Pemerintah, menurutnya, akan memberikan kemudahan investasi sekaligus memastikan kebutuhan listrik proyek dapat disiapkan melalui PLN.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: