Kredit Foto: Istimewa
Polemik mengenai identitas Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali mencuat menjelang sidang pembuktian perkara yang menjerat Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dan Roy Suryo. Dokter Tifa kini mengaku telah menyiapkan dua nama yang disebut akan menjadi saksi meringankan untuk memperkuat klaim mengenai adanya dua sosok bernama Joko Widodo.
Dokter Tifa mengungkit kembali pernyataan Beathor Suryadi yang sebelumnya menyebut adanya dua sosok berbeda, yakni Jokowi yang juga disebut Mulyono dan Joko Widodo yang diklaim pernah menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM). Klaim tersebut kembali disampaikan Tifa melalui akun X pribadinya.
Menurut Tifa, sosok pertama yang dimaksud Beathor merupakan Jokowi alias Mulyono yang kemudian menjadi Presiden RI. Sementara sosok kedua disebut sebagai Joko Widodo yang pernah berkuliah di UGM, tetapi menurut klaim tersebut hanya menempuh pendidikan hingga jenjang Sarjana Muda.
Tifa tidak berhenti pada klaim tersebut. Ia menyebut Beathor juga berpendapat bahwa kedua sosok yang dimaksud memiliki perbedaan wajah yang signifikan.
Bahkan, Tifa mengklaim perbedaan wajah tersebut mencapai 92,37 persen. Angka itu disebutnya berasal dari perhitungan menggunakan Teorema Bayesian yang pernah ia sampaikan dalam persidangan CLS di Solo pada Februari 2026.
Klaim tersebut kemudian disebut Tifa akan kembali dibawa ke ruang persidangan. Ia mengaku Beathor Suryadi dan dr. Zulkifli Ekomei direncanakan hadir sebagai saksi a de charge atau saksi yang meringankan dalam sidang berikutnya.
Kehadiran kedua nama tersebut menurut Tifa diharapkan dapat menjelaskan secara langsung dasar munculnya narasi mengenai dua sosok Joko Widodo. Ia mengatakan Beathor dan dr. Zulkifli akan memaparkan argumentasi mereka dalam persidangan.
Tifa juga mengaitkan klaim tersebut dengan nama mantan Rektor UGM Profesor Sosial Efendi. Menurut dia, pendapat Beathor mengenai dua sosok Joko Widodo diperkuat oleh keterangan yang dikaitkannya dengan mantan rektor tersebut serta dr. Zulkifli.
Baca Juga: Jokowi Terancam Tak Bisa Usung Capres di 2029
Namun, seluruh klaim mengenai keberadaan dua sosok Joko Widodo tersebut masih menjadi bagian dari pernyataan pihak yang terlibat dalam perkara. Klaim itu belum dapat diposisikan sebagai fakta yang telah terbukti secara hukum.
Begitu pula dengan angka perbedaan wajah 92,37 persen yang disebut Tifa. Pernyataan tersebut merupakan klaim yang menurutnya didasarkan pada analisis tertentu dan masih akan berhadapan dengan proses pembuktian di persidangan.
Sidang pembuktian perkara Dokter Tifa dan Roy Suryo sendiri dijadwalkan berlangsung pada 1 Oktober 2026. Tahapan tersebut akan menjadi salah satu momentum penting untuk melihat bukti maupun keterangan saksi yang diajukan masing-masing pihak.
Dokter Tifa berharap kehadiran Beathor Suryadi dan dr. Zulkifli Ekomei dapat membuat argumentasi mengenai klaim dua sosok Joko Widodo semakin jelas. Ia bahkan mengajak publik mengikuti persidangan yang menurutnya akan berlangsung menarik.
Polemik tersebut kini tidak hanya berkutat pada pernyataan di ruang publik. Klaim mengenai “dua Joko Widodo” akan kembali diuji melalui keterangan pihak-pihak yang disebut akan hadir di persidangan, sementara kebenaran materiilnya tetap menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: