Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kabar Mengejutkan: Isu Ijazah Disebut Sengaja Dirawat Jokowi Biar Gak Hilang dari Publik

        Kabar Mengejutkan: Isu Ijazah Disebut Sengaja Dirawat Jokowi Biar Gak Hilang dari Publik Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat media sosial Rumail Abbas mengaku pernah mendengar informasi terkait dugaan campur tangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di balik isu ijazah yang terus bergulir selama bertahun-tahun.

        Dari kabar yang didengarnya, Rumail mengatakan Jokowi merupakan sosok yang diduga terus menghembuskan isu tersebut agar namanya tetap relevan meski telah lengser dari kekuasaan.

        "Saya sempat mendengar celetukan bahwa isu ijazah Jokowi (yang berjalan bertahun-tahun tanpa henti) hanyalah cara Jokowi sendiri supaya namanya terus disebut, dibahas, dan jadi trik supaya ia tidak hilang dari perbincangan," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (23/9).

        "Golnya nanti: kesadaran publik bahwa "Jokowi masih ada" tetap dirawat, kendati caranya demikian," lanjutnya.

        Ia kemudian menyinggung gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK).

        Gugatan yang diajukan pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon lainnya tersebut mendalilkan adanya persoalan administratif dan dugaan manipulasi terkait pemenuhan syarat ijazah minimal tingkat SLTA atau sederajat milik Gibran saat mendaftar sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

        "Nah, pertanyaan saya: apakah kasus pendidikan Gibran yang sudah sampai MK ini juga sama? Saya nggak minat dengan teori konspirasi, sih. Tapi kalau memang ada konspirasi seperti ini, mohon beri petunjuk," tandasnya.

        Sebagai informasi, tudingan mengenai ijazah palsu Jokowi mulai beredar di media sosial sejak 2019 saat Pilpres periode kedua.

        Isu tersebut kemudian terus diangkat kembali dalam berbagai perdebatan publik oleh sejumlah pihak pada tahun-tahun berikutnya.

        Pihak UGM sendiri telah berulang kali memberikan klarifikasi bahwa Jokowi merupakan lulusan sah Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.

        Baca Juga: Gugatan Gibran di MK Memanas, Munarman Sebut Aksi Massa Bisa Segera Muncul

        Karena terus diperdebatkan, persoalan tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi yang dipersoalkan oleh pihak terkait.

        Sejumlah tokoh yang vokal mengangkat isu tersebut, seperti Bambang Tri Mulyono, Sugi Nur Raharja (Gus Nur), Dokter Tifa, dan Roy Suryo, diketahui menghadapi proses hukum terkait pernyataan maupun konten yang mereka sampaikan mengenai keaslian dokumen akademik Jokowi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: