Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Presiden Prabowo Subianto punya gagasan untuk memanfaatkan batu bara sebagai bahan baku bensin. Arahan tersebut langsung mendapat respons dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyatakan siap menindaklanjutinya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Bahlil mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan sumber energi yang tersedia di dalam negeri, terutama di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.
“Kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah dan arahan Bapak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri,” kata Bahlil, dikutip dari Antara, Rabu (23/9/2026).
Baca Juga: Dihujat Gegara Ogah Kritik Prabowo, Rocky Gerung: 10 Tahun Lagi Kalian akan Minta Maaf ke Saya
Menurut Bahlil, arahan Prabowo untuk membuat gas atau minyak dari batu bara memang berangkat dari kondisi geopolitik yang tidak menentu. Karena itu, seluruh potensi energi yang dimiliki Indonesia perlu dioptimalkan.
“Salah satu antaranya adalah energi alternatif dari batu bara. Sekarang teknologinya itu sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie (kalori rendah) itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” ujar Bahlil.
Gagasan mengubah batu bara menjadi bahan bakar bukan teknologi yang sama sekali baru. Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut sejumlah negara sebelumnya telah memanfaatkan teknologi coal to liquid atau pencairan batu bara untuk menghasilkan minyak.
Tri mencontohkan Jerman Timur yang pernah menggunakan teknologi tersebut untuk mengolah batu bara menjadi minyak. Produk minyak yang dihasilkan kemudian digunakan sebagai bahan bakar tank.
Baca Juga: Bahlil Klaim Cadangan BBM Aman hingga 21 Hari, Harganya Juga Tak Naik sampai...
“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol (perusahaan energi dan kimia di Afrika Selatan) itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau (mencairkan batu bara menjadi bensin) itu,” ungkap Tri.
Meski teknologi tersebut telah diterapkan di sejumlah negara, pemerintah masih perlu melihat teknologi yang paling sesuai dengan kondisi batu bara Indonesia. Tri mengatakan pihaknya saat ini tengah mengevaluasi kerja sama teknologi sekaligus potensi batu bara dalam negeri untuk diolah menjadi minyak.
Sementara itu, gagasan mengenai bensin dari batu bara sebelumnya disampaikan langsung oleh Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kemandirian pangan dan energi agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak bergantung pada negara lain.
“Sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit. Dan, kita juga nanti akan bikin juga, bensin dari batu bara,” kata Prabowo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: