Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tekan Impor, Pertamina Luncurkan Katalis FCC/RFCC Buatan Dalam Negeri

        Tekan Impor, Pertamina Luncurkan Katalis FCC/RFCC Buatan Dalam Negeri Kredit Foto: Siaran Pers/PT Pertamina
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pertamina Lubricants (PTPL), bagian dari Subholding Downstream Pertamina, berkolaborasi dengan Technology Innovation & Implementation (TI&I) PT Pertamina (Persero) meluncurkan katalis hasil riset bersama, yakni Fluid Catalytic Cracking (FCC), Residue Catalytic Cracking (RCC), dan Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Inovasi ini dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan impor serta mewujudkan kemandirian teknologi energi nasional.

        Katalis tersebut berfungsi mempercepat reaksi dalam pengolahan minyak dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas kilang, sekaligus membuka peluang substitusi katalis impor. Dalam waktu dekat, produk inovasi ini akan segera dimanfaatkan oleh Kilang Pertamina Cilacap.

        Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, menyampaikan bahwa keberhasilan peluncuran katalis ini menjadi titik penting bagi komersialisasi hasil riset di lingkup internal.

        "Salah satu milestone penting dalam komersialisasi hasil riset yang diharapkan dapat terus berkembang dan mendorong upaya yang lebih besar dalam kemandirian teknologi di sektor energi. Langkah ini sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri nasional dan hilirisasi berbasis inovasi dalam negeri," jelas Rika dalam siaran pers, Rabu (23/9/2026).

        Rika menjelaskan, sinergi antara fungsi TI&I PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Lubricants ini dapat menjadi model replikasi untuk pengembangan katalis serta produk specialty chemical lainnya di lingkungan Pertamina Group. Dengan demikian, ketergantungan terhadap katalis impor dapat dikurangi secara bertahap.

        Dalam pembagian perannya, fungsi TI&I menangani pengembangan formulasi dan teknologi. Sementara itu, Pertamina Lubricants mengelola aspek komersial hingga produk siap diproduksi dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan kilang.

        Rika menambahkan, pengalaman panjang PTPL dalam mengelola aspek komersialisasi sangat penting untuk memperluas pemanfaatan hasil inovasi ke kebutuhan industri.

        Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan dan Distribusi Energi untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

        Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan dan Distribusi Energi untuk Jaga Ketahanan Energi

        "Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bagaimana bagaimana sinergi Pertamina Group dapat menghubungkan inovasi dengan kebutuhan operasional secara end-to-end. Pertamina Lubricants berperan menjembatani hasil pengembangan formulasi dari TI&I dengan proses komersialisasi, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diuji dan digunakan untuk menjawab kebutuhan kilang," ujarnya.

        Ke depan, pengembangan teknologi kolaboratif ini diharapkan dapat mendukung pembangunan fasilitas produksi katalis FCC/RFCC di dalam negeri, sekaligus memperluas portofolio produk specialty chemicals milik Pertamina Lubricants.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: