Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Diisukan Duet di 2029, Hubungan Prabowo-Megawati Mirip Fenomena 'CLBK Politik'!

        Diisukan Duet di 2029, Hubungan Prabowo-Megawati Mirip Fenomena 'CLBK Politik'! Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Isu mengenai kemungkinan koalisi antara Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan PDI Perjuangan (PDIP) yang dipimpin Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2029 kembali menjadi perbincangan.

        Pengamat politik Adi Prayitno menilai bahwa apabila Gerindra dan PDIP kembali berkoalisi, langkah tersebut bukan ditujukan untuk menghadang kekuatan politik Solo yang kerap dikaitkan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

        Menurut Adi, kemungkinan kerja sama kedua partai lebih tepat dipandang sebagai kembalinya hubungan politik yang pernah terjalin di masa lalu.

        "Jikapun ditakdirkan Gerindra berkoalisi dengan PDIP, itu bukan karena Gerindra-PDIP harus melawan kekuatan politik Solo. Tapi ini adalah soal chemistry yang terbangun kembali, mirip-mirip CLBK, Cinta Lama Bersemi Kembali," ujarnya dalam kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Kamis (24/9).

        Adi menjelaskan bahwa meskipun Gerindra dan PDIP beberapa kali berhadapan dalam kontestasi politik nasional, kedua partai tersebut memiliki sejarah pernah berada dalam satu barisan di 2029.

        "Karena apapun judulnya, sekalipun PDIP dan Gerindra selalu saling bersaing, 2014 saling bersaing, 2019 saling bersaing, 2024 kemarin juga saling bersaing, tapi secara korespondensi historis, Gerindra dan PDIP pernah menjadi satu kongsi politik di 2009," imbuhnya.

        Baca Juga: Sidang di MK Makin Genting, Parpol Pendukung Prabowo-Gibran Diminta Tanggung Jawab

        Ia mengingatkan pada Pilpres 2009, PDIP dan Gerindra berada dalam satu koalisi dengan Megawati sebagai calon presiden dan Prabowo ebagai calon wakil presiden. Saat itu, pasangan tersebut berhadapan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berpasangan dengan Boediono.

        "Artinya apa? Kalau skenario akhirnya anggaplah begitu, Gerindra dan PDIP berkoalisi, itu bukan diniatkan untuk menghadang kekuatan politik Solo," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: