Survei Poltracking: Gerindra Kokoh di Puncak Klasemen, Namun Tren Elektabilitasnya Kok Terus Menurun?
Kredit Foto: BPMI / Muchlis Jr
Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil temuan nasional peta elektoral partai politik pada pertengahan Agustus 2026.
Meski Partai Gerindra kokoh di posisi pertama sebagai partai utama pemerintah dengan raihan 23,2 persen, angka tersebut rupanya mencatatkan tren penurunan secara perlahan dalam lima bulan terakhir.
Berdasarkan simulasi surat suara 18 partai politik, Partai Gerindra masih unggul signifikan dibandingkan para pesaingnya. PDI Perjuangan menyusul di urutan kedua dengan 11,6 persen, dibayangi ketat oleh Partai Golkar di angka 10,4 persen.
Di papan tengah, persaingan juga berlangsung ketat antara PKB yang meraup 6,2 persen dan Partai Demokrat sebesar 6,1 persen. Susunan berikutnya diisi oleh Partai NasDem (4,4 persen), PAN (3,4 persen), PKS (3,3 persen), PSI (2,3 persen), dan PPP (1,9 persen). Adapun partai-partai lainnya tertahan di bawah angka 1 persen.
Meski mendominasi klasemen survei, sorotan menarik justru tertuju pada grafik perolehan suara Partai Gerindra yang secara konsisten menyusut sejak awal tahun.
Berdasarkan data perbandingan survei Poltracking, elektabilitas partai besutan Presiden Prabowo Subianto ini telah mengalami penurunan total sebesar 2,9 poin persentase sejak Maret 2026.
Berikut adalah rincian tren elektabilitas Partai Gerindra sepanjang 2026:
Maret 2026: 26,1%
Mei 2026: 25,9%
Juli 2026: 23,5%
Agustus 2026: 23,2%
Menanggapi dinamika angka elektoral tersebut, Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro, mengingatkan bahwa dukungan publik belum sepenuhnya terkunci dan masih sangat fluktuatif.
"Temuan dan analisa ini merupakan potret terbaru dari survei yang dilakukan pada pertengahan Agustus 2026. Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh partai politik," jelas Yoki.
Sebagai catatan metodologi, survei nasional ini diselenggarakan pada 14–20 Agustus 2026 menggunakan metode stratified multistage random sampling.
Pengambilan sampel wawancara tatap muka melibatkan 1.220 responden dengan stratifikasi proporsi jenis kelamin pemilih.
Klaster survei menjangkau 38 provinsi di seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat