Jokowi Buka Suara Soal Status Pendidikan Gibran, KPU Diserbu Desakan Buka Dokumen Asli
Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
Polemik mengenai syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan pernyataan mengenai riwayat pendidikan putranya tersebut.
Jokowi sebelumnya menyebut persoalan keabsahan syarat pendidikan Gibran sudah masuk ranah hukum. Ia meminta seluruh pihak mengikuti proses yang sedang berjalan.
“Ini kan masuk ranah hukum. Jadi ya kita ikuti proses hukum yang ada,” jelas Jokowi dalam keterangannya di Solo, Kamis (24/9/2026).
Jokowi juga menegaskan bahwa riwayat pendidikan Gibran menurutnya jelas. Ia menyebut putranya menempuh pendidikan mulai tingkat dasar hingga sekolah menengah di Singapura.
“Jadi jelas semuanya, jelas semuanya. Nyatanya kan persyaratannya diterima oleh KPU. Masa udah sekolah di luar disuruh ikut paket C lagi,” jelas Jokowi.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pegiat media sosial Arif Wicaksono. Melalui unggahannya, Arif menyoroti posisi Jokowi sebagai orang tua yang menyekolahkan Gibran sekaligus mengetahui riwayat pendidikannya.
“Bapak yang nyekolahkan. Bapak yang bilang jelas. Bapak yang bilang diterima KPU,” tulis Arif, dikutip Sabtu (25/9/2026).
Arif kemudian membawa pernyataan tersebut pada persoalan yang muncul dalam proses persidangan. Ia menyoroti keterangan mengenai proses verifikasi KPU dan akses Bawaslu terhadap proses tersebut.
“Fakta di Persidangan, KPU: kami tidak verifikasi. Bawaslu: kami tidak dapat akses,” sambungnya.
Baca Juga: Prabowo Disebut Tidak Mau Lagi dengan Gibran, Tiga Nama Pengganti Muncul
Menurut Arif, persoalan tersebut seharusnya dapat dijelaskan melalui dokumen yang berkaitan dengan penyetaraan pendidikan Gibran. Ia mempertanyakan perlunya mencari sosok yang disebut berada di balik polemik tersebut.
“Kalau anaknya sah, ayahnya tidak perlu cari ‘sosok di balik.’ Buka saja dokumen lengkap penyetaraannya,” ujarnya.
Arif kemudian mengakhiri unggahannya dengan pesan singkat yang turut menyoroti polemik tersebut, “Jangan Bikin Gaduh.”
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: