Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSI Siap Bertarung di Pemilu 2029: Sekarang Ada Kaesang dan Jokowi, Kami Tidak Ada Masalah

        PSI Siap Bertarung di Pemilu 2029: Sekarang Ada Kaesang dan Jokowi, Kami Tidak Ada Masalah Kredit Foto: PSI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai menatap Pemilu 2029 meski besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold masih menjadi pembahasan. Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni bahkan menyatakan partainya siap menghadapi berapa pun angka ambang batas yang nantinya ditetapkan.

        Raja Juli menyebut PSI memiliki modal untuk menghadapi pertarungan politik tersebut. Selain pengalaman mengikuti dua kali pemilu, PSI kini dipimpin Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum. Ia juga menyebut Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo akan memberikan dukungan penuh kepada PSI.

        “Sekarang ada Mas Kaesang sebagai Ketua Umum, dan kemudian Pak Jokowi insyaAllah juga full meng-endorse PSI, insyaAllah kami tidak ada masalah,” kata Raja di Kompleks Istana Kepresiednan Jakarta, dikutip Jumat (25/9/2026).

        Baca Juga: Mungkinkah Gibran Benar-benar Bisa Dimakzulkan? Begini Jawaban Menterinya Prabowo

        Meski demikian, Raja Juli mengingatkan agar formulasi ambang batas parlemen tetap memperhatikan keterwakilan suara rakyat. Ia merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menurutnya memerintahkan pembentuk undang-undang membuat formulasi yang tepat agar suara pemilih tidak terbuang.

        Sebab, pada Pemilu 2024 saja ada sekitar 16 juta suara yang terbuang dengan ambang batas parlemen 4 persen. “Agar suara rakyat itu tidak mubazir, suara rakyat tidak sia-sia. Kan sudah ada tuh angkanya ya, sekitar 16 juta suara yang kemudian tidak ada representasinya di DPR dengan threshold 4 persen,” ujar Raja Juli.

        Sementara itu, Jokowi juga menyampaikan pandangannya mengenai wacana kenaikan ambang batas parlemen untuk Pemilu 2029. Ia mengaku tidak mempermasalahkan angka tertentu dan hanya menekankan pentingnya kerja keras PSI menghadapi pemilu mendatang.

        Baca Juga: Prabowo Disebut Tidak Mau Lagi dengan Gibran, Tiga Nama Pengganti Mulai Muncul

        "Yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Ambang batasnya berapa kan belum diputuskan. Optimis, optimis, optimis," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026).

        Jokowi juga menyerahkan pembahasan mengenai besaran parliamentary threshold kepada DPR, fraksi-fraksi di parlemen, serta pemerintah. Menurutnya, keputusan akhir mengenai angka tersebut bukan berada di tangannya.

        "Serahkan sajalah ke DPR, ke fraksi-fraksi yang ada di DPR, kepada pemerintah. Nanti kan yang memutuskan beliau-beliau," ujarnya.

        Bahkan, Jokowi menyatakan tidak mempermasalahkan berapa pun angka yang nantinya disepakati. Ia menyebut angka 5, 6, 7, maupun 8 persen sebagai pilihan yang dapat diterima selama keputusan tersebut menjadi yang terbaik untuk negara.

        "Saya kira berapapun baik, yang terbaik untuk negara ini. Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke," ucapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: