Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Buka Suara! Mengaku Paling Hormat Sama Pakar, Tapi Pernyataannya Suka Dipelintir

        Prabowo Buka Suara! Mengaku Paling Hormat Sama Pakar, Tapi Pernyataannya Suka Dipelintir Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikapnya terhadap para pakar dan akademisi setelah pernyataannya yang menggunakan istilah 'goblok' menjadi sorotan publik.

        Penegasan itu disampaikan Prabowo ketika menerima sejumlah pakar dan akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Pertemuan tersebut membahas pengelolaan lahan gambut serta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

        Prabowo mengatakan pernyataannya ketika berbicara di hadapan publik terkadang dipelintir sehingga menimbulkan kesan bahwa dirinya tidak menghormati para ahli.

        “Jadi saudara-saudara jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir ya, dibilang seolah saya enggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar,” ujar Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2026).

        Menurut Prabowo, dirinya justru terbiasa mencari masukan dari para ahli. Ia menyebut kebiasaan tersebut turut menjadi bagian dari pengalamannya ketika masih berkarier sebagai perwira TNI.

        “Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar,” ucapnya.

        Dalam pertemuan tersebut, Prabowo meminta masukan mengenai sejumlah persoalan, mulai dari langkah pencegahan karhutla, pengelolaan kawasan hutan yang memiliki lahan gambut, hingga pemanfaatan lahan gambut untuk kegiatan produktif.

        “Mohon saya diberi masukan, what can we do,” katanya.

        Pernyataan terbaru Prabowo berkaitan dengan pidatonya dalam peringatan HUT ke-28 PAN beberapa waktu sebelumnya. Saat itu, ia menyinggung sejumlah pakar yang menurutnya menyampaikan fitnah terkait kebijakan pemerintah.

        “Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa yang besar, bangsa yang kuat. Saya mencatat saja. Kalau dia sadar saya maafkan, tapi saya ingatkan.”

        Prabowo kemudian mengingatkan pentingnya kejujuran intelektual bagi seorang cendekiawan. Ia juga menyinggung kewajiban menggunakan kepakaran secara jujur dalam menyampaikan pandangan.

        Baca Juga: Gatot Nurmantyo: Posisi Prabowo Berbahaya, Langkah Berikutnya adalah Bikin Gibran Jadi Presiden...

        “Kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual, intellectual honesty. Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain.”

        Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo menggunakan istilah “goblok” ketika menyindir pihak yang menurutnya menggunakan kepakaran tetapi justru menyampaikan tuduhan terhadap pemerintah.

        Potongan pernyataan tersebut kemudian beredar luas dan memunculkan persepsi bahwa istilah itu ditujukan kepada para pakar secara umum. Sementara dalam pertemuan di Istana Merdeka, Prabowo kembali menegaskan penghormatannya kepada para pakar sekaligus meminta masukan mereka untuk kebijakan pemerintah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: