Kredit Foto: Istimewa
Laporan Citi Institute dan bisnis Services Citi bertajuk 'Transformasi Lanskap Global: Pergeseran dalam Perdagangan Global dan Foreign Direct Investment (FDI)' mencatatkan sebanyak 72% perusahaan global (meningkat dari pada awal 2026, sejumlah 66% perusahaan) menempatkan upaya melepaskan likuiditas yang terperangkap di rantai pasok sebagai prioritas strategis dalam 12 bulan ke depan.
Data tersebut menunjukkan bahwa perusahaan kini semakin memperhatikan modal kerja, likuiditas, dan visibilitas kas ketika jalur perdagangan dan hubungan pengadaan mengalami perubahan.
Lebih lanjut, sebanyak 64% responden menyebut identifikasi likuiditas yang terperangkap dalam rantai pasok sebagai faktor utama dalam penyusunan strategi modal kerja. Angka tersebut naik dari 55% pada awal 2026.
Global Head of Trade and Working Capital Solutions, Citi Services Adoniro Cestari mengatakan bahwa perubahan tersebut menandai pergeseran perhatian perusahaan dari sekadar memperkuat rantai pasok melalui diversifikasi pemasok dan strategi pengadaan, menjadi bagaimana kas yang tersimpan di sepanjang rantai pasok dapat lebih cepat dimanfaatkan.
"Selama beberapa tahun terakhir, percakapan didominasi oleh topik ketahanan melalui diversifikasi. Perusahaan mendiversifikasi basis pemasok dan merancang ulang strategi pengadaan mereka untuk memperkuat operasional bisnis mereka. Kini, tim bendahara mulai fokus pada pertanyaan: di mana kas kami tersimpan, dan seberapa cepat kas tersebut dapat dimanfaatkan?," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (27/9/2026).
Adapun perubahan fokus tersebut berlangsung saat tekanan rantai pasok masih tinggi. Konflik Timur Tengah dan tingginya harga minyak beserta produk olahannya membuat Indeks Tekanan Rantai Pasok Global (Global Supply Chain Pressure Index/GSCPI) Citi berada pada level tertinggi yang bertahan sejak periode 2021-2022.
Baca Juga: Jababeka Gandeng Pertamina, Siapkan Energi Hijau untuk 2.000 Perusahaan
Di sisi lain, perdagangan global masih mencatatkan pertumbuhan. Tercatat pada data arus pembayaran dan penerimaan dari proses bisnis Citi, arus pembayaran meningkat 40% secara tahunan pada semester I 2026.
Selain itu, pergeseran juga terelihat pada jalur perdagangan yang mana ekspor kendaraan dan suku cadang dari Cina ke Amerika Utara yang sebelumnya menyerap sekitar sepertiga pengiriman, kini hanya sekitar 13% pada pertengahan 2026. Sebaliknya, pangsa Afrika meningkat dari sekitar 8% pada 2022 menjadi lebih dari 15% saat ini.
Berdasarkan laporan tersebut, Cestari mengatakan arus perdagangan, investasi, dan pembayaran masih tumbuh melalui pasar dan koridor yang berbeda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: