Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Kembali Berseteru dengan Pers, Reporter Perempuan Jadi Sasaran!

        Trump Kembali Berseteru dengan Pers, Reporter Perempuan Jadi Sasaran! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali terlibat ketegangan dengan pers. Kali ini, Trump meminta reporter perempuan dari MS NOW, Akayla Gardner, untuk “diam” ketika ditanya mengenai kebijakan pemerintah terhadap media.

        Momen tersebut terjadi saat Trump berbicara dengan wartawan di luar Gedung Putih pada Sabtu (26/9/2026), sebelum bertolak ke Tennessee untuk menghadiri pertandingan sepak bola perguruan tinggi. Gardner mempertanyakan apakah Trump hanya menginginkan media yang mendukungnya berada dalam jajaran wartawan yang meliput Gedung Putih.

        Pertanyaan itu muncul setelah Gedung Putih melarang CNN, MS NOW, dan Politico dari akses peliputan. Pada Kamis, seorang hakim federal memblokir keputusan tersebut, tetapi CNN kemudian tidak ditugaskan dalam perjalanan Trump menggunakan Air Force One ke Tennessee.

        Trump membantah hanya menginginkan media pendukungnya. Ia mengatakan dirinya menginginkan pemberitaan yang disebutnya benar dan menuduh sejumlah media sebagai penyebar “berita palsu”.

        “Tidak, tidak,” jawab Trump. “Saya ingin berita yang sebenarnya, bukan berita palsu seperti Anda. Dengarkan, saya ingin berita yang sebenarnya. Saya menyukai pers yang terbuka dan bebas. Yang tidak saya sukai adalah pers palsu.”

        Gardner kemudian kembali bertanya apakah Trump tidak menginginkan pertanyaan yang sulit. Trump memotong pertanyaan tersebut dan mengatakan, “Sebentar, sebentar, diam,” sambil mengangkat jari telunjuknya.

        Trump setelah itu kembali mengkritik CNN dan MS NOW. Ia juga mengklaim kedua media tersebut memiliki jumlah penonton yang rendah dan kembali menyebut pemberitaan mereka sebagai “berita palsu”.

        Perseteruan Trump dengan media bukan hal baru. Ia sebelumnya juga pernah mengkritik sejumlah jurnalis perempuan, termasuk reporter CNN Kaitlan Collins, dalam berbagai kesempatan.

        Selain persoalan dengan pers, Trump pada Sabtu juga menanggapi pernyataan mantan Presiden Barack Obama mengenai kepemimpinan perempuan. Obama sebelumnya mengatakan bahwa pemerintahan yang dipimpin perempuan berpotensi menghasilkan kondisi yang lebih baik.

        Trump menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan, “Itu konyol.” Ia kemudian menambahkan, “Saya mencintai perempuan. Saya pikir mereka hebat. Tapi pernyataan itu sungguh konyol.”

        Baca Juga: Donald Trump Lempar Peringatan Keras ke Xi Jinping! Minta Tiongkok Jangan Coba-coba Bantu Iran!

        Dalam kesempatan yang sama, Trump membahas sejumlah isu lain. Ia mengatakan AS tidak akan memperlambat pengembangan kecerdasan buatan atau AI yang kembali ia gambarkan sebagai “superintelligence”.

        Trump juga mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membuat kesepakatan guna mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Ia turut mengklaim bahwa AS memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: