Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gugat Ijazah Gibran, Tujuan Denny Indrayana Bukan untuk Menang, tapi Cuma...

        Gugat Ijazah Gibran, Tujuan Denny Indrayana Bukan untuk Menang, tapi Cuma... Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gugatan terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK) terus menjadi sorotan. Di tengah proses hukum tersebut, Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Islam Hasyim Muhammad menilai langkah yang dilakukan Denny Indrayana bukan semata-mata untuk memenangkan perkara.

        Hasyim bahkan menilai Denny sudah mengetahui kemungkinan gugatan tersebut tidak berhasil. Ia mengaitkan penilaiannya dengan aturan mengenai persyaratan pendidikan bagi calon yang menempuh pendidikan di luar negeri.

        "Denny Indrayana sudah tahu persis bahwa gugatannya pasti gagal karena dia juga tahu bahwa ijazah SMA tak lagi diperlukan jika ada gelar sarjana di luar negeri," tulisnya di akun X, dikutip Senin (28/9/2026).

        Baca Juga: Analis: Gibran Bukan Jokowi, Mestinya Tau Diri

        Denny bersama sejumlah pihak memang mengajukan permohonan PHPU Pilpres 2024 ke MK yang mempersoalkan syarat pendidikan Gibran. Dalam perkara tersebut, pemohon meminta MK menilai pemenuhan syarat pendidikan Gibran sebagai calon wakil presiden.

        Namun, Hasyim menyebut tujuan gugatan tersebut bukan untuk memenangkan perkara. Ia membandingkan langkah Denny dengan polemik yang sebelumnya melibatkan Roy Suryo dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. 

        "Tapi kan tujuannya memang bukan untuk menang. Tujuannya sama dengan Roy Suryo yang cuma bikin gaduh saja dari kalangan oposisi di level: kroco," ujarnya.

        Menurut Hasyim, isu tersebut tidak akan digunakan oleh tokoh oposisi tertentu yang berada di level lebih tinggi. Ia kemudian menyebut nama Mahfud MD sebagai pembanding.

        "Di level Mahfud MD, nggak akan mau diajak bikin gaduh untuk sesuatu yang jelas gagal seperti ini. Bayangkan, menggugat dengan alasan ijazah SMA-nya nggak ada padahal memang ijazah SMA tidak diperlukan. Apa sebutannya kalau bukan cari panggung?" sambungnya.

        Hasyim juga menyoroti respons para pendukung Denny setelah gugatan tersebut bergulir. Ia menilai dukungan di tingkat bawah justru membuat isu tersebut semakin ramai.

        "Meski begitu, para pendukungnya di bawah bersorak seakan itu membuka kebenaran. Yang disorakin pun makin bersemangat. Lha dari dulu saat menjabat wali kota kok nggak ada yang mempermasalahkan pendidikan Gibran?" ungkap Hasyim.

        Ia kemudian kembali menyinggung perbedaan sikap antara oposisi yang disebutnya berada di level atas dengan pihak yang menurutnya berada di level bawah. 

        "Para oposisi yang level atas nggak mungkin bahas soal ini. Ini hanya untuk hiburan para kroco saja. Dan dengan memakai jalur gugatan seperti ini, nggak ada risiko pidana bagi Denny. Risikonya hanya berupa: gugatannya ditolak. Sudah," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: