Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pamornya Meredup? PDIP Disebut Bakal Kehilangan Suara di DPR

        Pamornya Meredup? PDIP Disebut Bakal Kehilangan Suara di DPR Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peta elektoral partai politik menuju Pemilu 2029 mulai memperlihatkan persaingan yang semakin ketat. Di tengah perubahan angka elektabilitas sejumlah partai, Pegiat Media Sosial Yudhistira Ismara menyoroti posisi PDI Perjuangan (PDIP) yang menurutnya tengah menghadapi tekanan. Yudhistira bahkan mengaitkan kondisi tersebut dengan posisi PDIP di DPR. 

        "PDIP BAKAL KEHILANGAN SUARA DI DPR!!! Implikasinya-> Kursi ketua DPR bukan jadi milik PDIP," tulisnya di akun X, dikutip Senin (28/9/2026).

        Lulusan Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) itu kemudian membandingkan posisi PDIP dengan Gerindra. 

        Baca Juga: Wacana Koalisi Prabowo Naikkan Ambang Batas Parlemen Bikin Partai Kecil Panik, Cuma 1 yang Santai...

        "Lihat aja tren survey 2026: Elektabilitas PDIP terus tergerus. Padahal PDIP -> partai yang secara historis SELALU dominan," ungkapnya.

        "Sekarang? Cape kejar GERINDRA. Belum lagi..., PDIP Selalu kehilangan momentum buat narik simpati rakyat," ujarnya.

        Yudhistira juga menyinggung strategi politik Gerindra yang menurutnya kerap memperoleh momentum dalam sejumlah isu. 

        "Gerindra lewat Dasco malah selalu dapet momen epik, contoh: Kasus demo RUU PERAMPASAN ASET," lanjut dia.

        Selain persoalan elektabilitas, Yudhistira turut mengomentari posisi PDIP dalam peta politik pemerintahan saat ini. Ia menilai sikap partai tersebut belum sepenuhnya menunjukkan posisi sebagai oposisi maupun koalisi.

        "Posisi PDIP pun labil... Koalisi bukan. Oposisi pun setengah hati. Gak ada jenis kelaminnya," imbuhnya.

        Baca Juga: Jokowi Perintahkan Kader PSI Lakukan Ini Demi Menangkan Hati Rakyat di Pemilu 2029

        Atas pandangannya tersebut, Yudhistira menyarankan PDIP mengambil posisi sebagai oposisi secara penuh dalam periode 2027-2029.

        "Saran saya: 2027-2029, PDIP HARUS JADI OPOSISI MURNI!!! KALO MAU BALIKIN KEADAAN," tutup Yudhistira.

        Sebagai informasi, survei terbaru Poltracking Indonesia memang menunjukkan Gerindra berada di angka 23,2 persen, sedangkan PDIP memperoleh 11,6 persen. Golkar berada di posisi berikutnya dengan 10,4 persen.

        Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden di 38 provinsi. Poltracking menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan margin of error sekitar +/-2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

        Jika dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya yang diberikan dalam rangkaian survei Poltracking, elektabilitas Gerindra tercatat 26,1 persen pada Maret 2026, kemudian 25,9 persen pada Mei, 23,5 persen pada Juli, dan 23,2 persen pada Agustus.

        PDIP juga tercatat mengalami perubahan angka dalam periode tersebut. Elektabilitasnya berada di 15,4 persen pada Maret, turun menjadi 14,4 persen pada Mei, kemudian 12,3 persen pada Juli dan 11,6 persen pada Agustus.

        Adapun Golkar berada di posisi ketiga dengan 10,4 persen. Dalam pengukuran Poltracking, partai tersebut tercatat memperoleh 9,5 persen pada Oktober 2025, 9 persen pada Maret 2026, 9,2 persen pada Mei, 11,4 persen pada Juli, kemudian 10,4 persen pada Agustus.

        Di bawah tiga partai tersebut, PKB memperoleh 6,2 persen dan Partai Demokrat 6,1 persen. NasDem tercatat 4,4 persen, PAN 3,4 persen, PKS 3,3 persen, PSI 2,3 persen, serta PPP 1,9 persen. Sementara sejumlah partai lainnya berada di bawah 1 persen.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: