Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        60 Tahun Mandek, Akhirnya Pramono Normalisasi Total Anak Kali Krukut

        60 Tahun Mandek, Akhirnya Pramono Normalisasi Total Anak Kali Krukut Kredit Foto: Syarief Muhammad Syafiq
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengubah strategi penanganan sedimentasi di Anak Kali Krukut, Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Evaluasi menunjukkan pengerukan lumpur tidak lagi dinilai cukup untuk menangani sedimentasi yang telah mengendap selama puluhan tahun.

        Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penanganan kawasan sepanjang 2,3 kilometer tersebut akan dialihkan menjadi penataan kawasan secara terintegrasi. Skema itu mencakup pemasangan turap di kedua sisi sungai, penataan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal, serta penghijauan sepanjang bantaran kali.

        Keputusan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau progres normalisasi Anak Kali Krukut untuk ketiga kalinya pada Senin (28/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan kawasan yang menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir di Jakarta.

        "Saya sengaja secara khusus datang kembali ke Anak Kali Krukut di mana pemerintah DKI Jakarta melakukan penataan penggalian sungai yang ada di tempat ini. Terus terang saya sudah datang tiga kali dan akhirnya memutuskan bahwa penanganan ini tidak bisa lagi hanya sekadar menggali lumpur," ujar Pramono Anung di Kawasan Kebon Melati, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

        Menurut Pramono, Anak Kali Krukut sepanjang 2,3 kilometer tersebut belum pernah mendapatkan tindakan penggalian sedimen selama hampir enam dekade. Jika penanganan hanya dilakukan melalui pengerukan, endapan sedimen dinilai akan kembali menyumbat aliran air.

        Karena itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan penataan kawasan secara menyeluruh. Turap akan dibangun di sisi kiri dan kanan sungai, sementara fasilitas MCK komunal yang selama ini masih bersifat parsial akan ditata kembali.

        “Kalau kawasan artinya adalah sepanjang 2,3 kilo tadi kita rencanakan lebih matang. Nanti kiri kanannya dibuat turap, kemudian MCK yang selama ini masih bersifat parsial di sini nanti akan ditata secara khusus, kemudian turapnya dibuat dan sepanjang 2,3 kilo saya sudah minta juga dihijaukan,” tutur Pramono.

        Baca Juga: Bakal Jadi Beban Warga Jakarta, PSI Minta Pramono Kaji Ulang Rencana Penerbitan Obligasi

        Baca Juga: Temui Mamdani, Pramono Bahas Jakarta Bond Hingga Kemacetan Jakarta

        Baca Juga: Pramono Minta Danantara Bantu Bangun LRT Jakarta, Prabowo: Wajib Membantu

        Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta meminta masyarakat ikut menjaga kondisi sungai setelah penataan dilakukan. Pramono mengingatkan warga agar tidak kembali membuang sampah ke aliran sungai karena dapat menyebabkan penyumbatan.

        "Tetapi kami juga meminta kepada masyarakat untuk mempunyai kesadaran jangan kembali membuang sampah di sungai ini. Percuma kita lakukan perbaikan kalau kemudian habit atau tabiat membuang sampah di sungai itu masih ada dan itu akan membuat sungainya juga dengan cepat akan tersumbat kembali," pungkasnya.

        Pramono mengatakan proyek normalisasi Anak Kali Krukut ditargetkan rampung pada akhir 2028.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: