Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Potensi Transaksi UMKM Halal RI di MIHAS Tembus Rp17,6 Miliar, Naik 151%

        Potensi Transaksi UMKM Halal RI di MIHAS Tembus Rp17,6 Miliar, Naik 151% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Potensi transaksi penjualan pelaku usaha syariah Indonesia dalam ajang Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 mencapai Rp17,6 miliar. Nilai tersebut meningkat 151,42% dibandingkan capaian pada penyelenggaraan MIHAS tahun sebelumnya,

        Capaian tersebut diperoleh dari keikutsertaan pelaku usaha syariah Indonesia yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) dalam MIHAS 2026 di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, pada 23–26 September 2026.

        Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengatakan, pelaku usaha yang difasilitasi dalam MIHAS 2026 telah melalui proses kurasi dan screening secara komprehensif. Proses tersebut dilakukan bersama Dewan Industri Kreatif Syariah (IKRA), Atase Perdagangan, serta mitra agregator, 

        “Melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia, BI memfasilitasi 23 pelaku usaha syariah sektor halal food untuk memasarkan produknya di pasar internasional,” kata Ricky dalam laman resmi, (27/9/2026).

        Dari jumlah tersebut, tujuh pelaku usaha hadir secara langsung di Kuala Lumpur. Sementara 16 pelaku usaha lainnya mengikuti pameran melalui dukungan mitra agregator yang membawa produk-produk unggulan mereka ke MIHAS 2026.

        Ricky menyatakan, keikutsertaan dalam pameran internasional tersebut menjadi bagian dari upaya BI untuk mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha syariah secara berkelanjutan. Selain itu, program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pelaku usaha terhadap pasar global.

        Selama penyelenggaraan MIHAS, BI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur memfasilitasi kegiatan business matching, promosi produk, hingga pertemuan antara pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

        Rangkaian pertemuan tersebut kemudian berlanjut pada penandatanganan sejumlah kerja sama bisnis dalam bentuk Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) antara pelaku usaha syariah anggota IKRA Indonesia dengan buyer internasional.

        Kerja sama tersebut mencakup berbagai produk halal unggulan Indonesia dan menjadi tindak lanjut dari proses business matching yang dilakukan selama MIHAS 2026. Secara keseluruhan, partisipasi BI dalam MIHAS tahun ini menghasilkan potensi transaksi penjualan sebesar Rp17,6 miliar.

        Nilai tersebut menunjukkan peningkatan 151,42% dibandingkan potensi transaksi yang dibukukan pada MIHAS 2025. Kenaikan tersebut sekaligus mencerminkan adanya minat pasar internasional terhadap produk halal yang ditawarkan pelaku usaha syariah Indonesia.

        Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

        Baca Juga: Telkom dan Danantara Terus Kuatkan Ekosistem Ekonomi Digital Indonesia, Hadir di FEKDI x IFSE 2026

        Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia menyampaikan bahwa MIHAS menjadi sarana bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas jejaring bisnis, membangun kemitraan internasional, serta memanfaatkan Malaysia sebagai salah satu hub penting dalam pengembangan pasar halal global.

        KBRI Kuala Lumpur akan terus mendukung promosi dan perluasan akses pasar bagi produk-produk unggulan Indonesia, termasuk melalui berbagai kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra dan pembeli dari pasar internasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aryo Hadi Wibowo
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: