PSI Tak Berhenti di Jokowi, Next Bakal Dedi Mulyadi: Mereka Butuh Sosok Capres-Cawapres...
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai bukan menjadi titik akhir strategi politik partai berlambang gajah tersebut. PSI justru diperkirakan akan mendatangkan lebih banyak figur, salah satunya seperti sosok Dedi Mulyadi.
Direktur Eksekutif Trias Politik Strategis Agung Baskoro menilai kehadiran mantan presiden dapat menjadi modal penting bagi partai tersebut di Pemilu 2029. Namun, modal tersebut tetap harus diterjemahkan menjadi kekuatan elektoral konkret di berbagai daerah pemilihan.
Baca Juga: Bukan Dewan Pembina, Jokowi Pada Akhirnya Bakal Menjadi Ketua Umum PSI
Jokowi sendiri telah resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia di 14 Oktober 2025. Setelah hampir setahun menjadi anggota, politikus itu akhirnya menegaskan statusnya secara terbuka dengan memperlihatkan kartu tanda anggotanya dalam Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan.
Bahkan, Jokowi membacakan nomor keanggotaannya untuk memastikan tidak ada lagi keraguan mengenai statusnya sebagai kader dari PSI. Ia sendiri disebut-sebut akan menjadi bagian dari Dewan Pembina PSI.
Namun, Agung menilai tantangan partai tersebut setelah mendapatkan politikus itu justru semakin besar. PSI tersebut harus memastikan kehadiran kader barunya itu tidak hanya menghasilkan efek popularitas, tetapi juga mampu menarik figur lain yang mempunyai basis suara kuat, salah satunya seperti Dedi Mulyadi.
“Dalam konteks ini memang beliau (Dedi Mulyadi) relevan ataupun tokoh-tokoh lain. Karena apa? PSI butuh sosok capres-cawapres atau bahkan sosok-sosok di dapil yang bisa mengerek suara partai,” kata Agung, dikutip Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan partai itu tidak berhenti pada figur di tingkat nasional. Partai juga membutuhkan tokoh-tokoh yang mampu mendongkrak perolehan suara di masing-masing daerah pemilihan.
Hal ini menjadi pekerjaan rumah penting karena kekuatan seorang tokoh nasional belum otomatis membuat sebuah partai mendapatkan kursi parlemen.
Baca Juga: Kubu Jokowi Curigai Wacana Revisi Aturan Pemilu: Semua Memang Diarahkan untuk Jegal Gibran dan PSI
PSI harus tetap membangun struktur organisasi, memperkuat jaringan hingga tingkat bawah, serta memastikan calon legislatif yang diusung mempunyai daya tarik di daerahnya masing-masing demi Pemilu 2029.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar