Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Belajar dari Taktik SBY Depak JK: Pilihan Cawapres Prabowo Mulai Terbaca

        Belajar dari Taktik SBY Depak JK: Pilihan Cawapres Prabowo Mulai Terbaca Kredit Foto: Partai Demokrat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kalkulasi politik Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2029 mulai menjadi sorotan.

        Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Dr. Selamat Ginting, menilai Prabowo akan memperhitungkan berbagai risiko politik sebelum menetapkan sosok pendampingnya.

        Ia mencontohkan skenario apabila Prabowo memilih cawapres dari PDIP, seperti Ketua DPR RI Puan Maharani atau Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

        "Kalau nantinya Prabowo berpasangan dengan Puan atau Pramono, tentu dia juga berhitung kelak 5 tahun berikutnya dia seperti memberikan karpet merah kepada PDIP," ujarnya alam YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (29/9).

        Menurut Ginting, pertimbangan serupa juga berlaku apabila Prabowo memilih Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pendamping.

        "Di sisi lain, kalau Prabowo berpasangan dengan AHY, maka dia bagaikan memberikan karpet biru kepada AHY kepada Demokrat," jelasnya.

        Ginting kemudian mencontohkan langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak kembali berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) pada periode keduanya.

        "Nah mungkin paling aman seperti itu tadi bagaimana SBY semula berpasangan dengan JK, dia di periode kedua tidak mau berpasangan dengan JK karena dia tidak ingin memberikan karpet kuning bagi Golkar," katanya.

        Baca Juga: Gibran Diprediksi Tak Ikut Pilpres 2029, Nama Anies dan KDM Ikut Terseret

        Karena itu, Ginting menilai peluang Prabowo untuk menggandeng Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) pada Pilpres 2029 cukup terbuka.

        "Jadi sangat mungkin juga Prabowo akan menggandeng KDM dengan catatan KDM tetap di Gerindra," tandasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: