Dedi Mulyadi Berpeluang Jadi Cawapres Prabowo? Begini Kalkulasi Politik Terbaru
Kredit Foto: Biro Adpim Setda Pemdaprov Jabar
Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai masuk dalam pembicaraan mengenai dinamika menuju Pilpres 2029. Namun, pengamat politik Adi Prayitno menilai wacana Dedi berhadapan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto masih belum tepat.
Menurut Adi, persoalannya bukan sekadar popularitas atau elektabilitas Dedi. Statusnya sebagai kader Partai Gerindra dan dukungannya terhadap Prabowo menjadi faktor penting dalam melihat kemungkinan tersebut.
"Kalau Dedi Mulyadi, saya selalu mengatakan bahwa memang tidak rasional dan tidak tepat kalau Dedi Mulyadi itu dipersepsikan akan maju, apalagi head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto di 2029," kata Adi dalam tayangan YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (28/9/2026).
Adi menilai posisi Dedi di Gerindra membuat skenario tersebut sulit dibicarakan saat ini. Dedi juga disebut masih menunjukkan sikap politik yang mendukung Prabowo.
"Mengingat per hari ini Dedi Mulyadi itu adalah kadernya Gerindra. Per hari ini Dedi Mulyadi selalu mengatakan terus dan tegak lurus bersama Gerindra dan Pak Prabowo Subianto," ujarnya.
Menurut Adi, situasinya bisa berbeda apabila Dedi nantinya tidak lagi berada di Partai Gerindra. Perubahan posisi politik tersebut dapat membuka pembicaraan mengenai peluangnya maju sebagai calon presiden.
"Baru kemudian bicara tentang peluang, kesempatan, dan sangat mungkin misalnya akan head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto," ungkap Adi.
Meski demikian, Adi juga melihat kemungkinan Dedi masuk dalam konfigurasi Pilpres 2029 tanpa harus berhadapan dengan Prabowo. Salah satu skenarionya adalah Dedi menjadi calon wakil presiden dalam koalisi pendukung Prabowo.
"Kecuali ada takdir misalnya Pak KDM itu direstui dan disetujui oleh partai-partai koalisi pendukung Prabowo sebagai calon wakil presidennya, tapi bukan dalam konteks dihadap-hadapkan," imbuhnya.
Baca Juga: Syarat Mutlak Dedi Mulyadi Jadi Cawapres Prabowo: Jangan Tinggalkan Gerindra
Adi menegaskan, pembicaraan mengenai Dedi sebagai rival Prabowo sangat bergantung pada perkembangan politik ke depan. Selama Dedi masih berada di Gerindra dan mendukung Prabowo, ia menilai skenario tersebut belum memiliki dasar politik yang jelas.
"Sepanjang Dedi Mulyadi itu masih bersama dengan Gerindra, selalu bersama dengan Gerindra mendukung penuh Pak Prabowo Subianto, tak ada jalan ceritanya bagi Dedi Mulyadi untuk bisa maju di 2029," sebutnya.
Dengan demikian, posisi Dedi dalam peta Pilpres 2029 masih dapat berubah mengikuti keputusan partai, konfigurasi koalisi, dan arah politik yang berkembang menjelang pemilu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: