Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Mau ke Anies Gengsi, ke Ganjar Dipecat,' Alasan Menohok Mengapa Jokowi 'Terpaksa' Pilih Prabowo

        'Mau ke Anies Gengsi, ke Ganjar Dipecat,' Alasan Menohok Mengapa Jokowi 'Terpaksa' Pilih Prabowo Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pegiat politik, sosial, dan ekonomi, Arif Wicaksono, mengungkapkan pandangannya mengenai alasan Presiden Prabowo Subianto memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan pada Pilpres 2024.

        Menurut Arif, keputusan politik tersebut tidak lepas dari kebutuhan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memastikan putra sulungnya dapat maju sebagai calon wakil presiden. Ia menilai saat itu Jokowi tidak memiliki banyak pilihan politik.

        "Jokowi butuh Prabowo. Itu kenyataannya. Mau ke Anies? Gengsi. Mau ke Ganjar? Dipecat dari PDIP," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (29/9).

        Sebagai informasi, Pilpres 2024 diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon), yakni Prabowo-Gibran, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, serta Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

        Pasangan nomor urut 1, Anies-Muhaimin, menempati posisi kedua dengan perolehan 24,95 persen suara. Pasangan tersebut meraih kemenangan di dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatera Barat.

        Baca Juga: 'Pak Prabowo Nggak Jaga Perasaan Jokowi-Gibran!', Rencana Pertemuan dengan Megawati Jadi Sorotan

        Sementara itu, pasangan nomor urut 2, Prabowo-Gibran, keluar sebagai pemenang Pilpres 2024 dengan perolehan 58,59 persen suara. Keduanya tercatat unggul di 36 provinsi serta pemungutan suara luar negeri.

        Adapun pasangan nomor urut 3, Ganjar-Mahfud MD, berada di posisi ketiga dengan raihan 16,47 persen suara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: