Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Skenario Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang dan Kejar Gol

        Skenario Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang dan Kejar Gol Kredit Foto: Instagram/officialjohnherdman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Timnas Indonesia masih memiliki peluang untuk melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga Grup A. Namun, skuad Garuda membutuhkan kemenangan pada pertandingan terakhir saat menghadapi Bangladesh.

        Hasil imbang melawan Malaysia membuat persaingan Grup A semakin ketat. Indonesia kini mengoleksi empat poin, sama seperti Malaysia yang masih berada di puncak klasemen karena memiliki produktivitas gol lebih baik.

        Malaysia sebelumnya meraih kemenangan 3-0 atas Bangladesh. Sementara itu, Indonesia mendapatkan tiga poin setelah mengalahkan Singapura dengan skor 2-0.

        Perbedaan tersebut membuat produktivitas gol menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan posisi akhir Grup A. Karena itu, Indonesia tidak hanya dituntut mengamankan tiga poin saat menghadapi Bangladesh, tetapi juga perlu memperhatikan jumlah gol yang berhasil dicetak.

        Skenario pertama bagi Indonesia adalah mengalahkan Bangladesh pada pertandingan terakhir. Kemenangan akan membuat perolehan poin Timnas Indonesia bertambah menjadi tujuh dan menjaga peluang skuad Garuda untuk mengakhiri fase grup di posisi teratas.

        Namun, persaingan tidak berhenti pada perolehan poin. Jika perolehan poin menjadi sama dengan Malaysia, produktivitas gol dapat menentukan posisi akhir kedua tim sesuai ketentuan kompetisi.

        Situasi tersebut membuat kemenangan dengan margin gol yang lebih besar menjadi penting bagi Indonesia. Sebab, Malaysia sudah memiliki modal kemenangan 3-0 atas Bangladesh, sementara Indonesia baru mencetak dua gol ketika menghadapi Singapura.

        Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyadari laga terakhir akan menghadirkan tantangan berbeda. Bangladesh memiliki karakter permainan yang berbeda dibandingkan Malaysia sehingga pendekatan yang digunakan skuad Garuda juga perlu disesuaikan.

        "Ketika menghadapi Bangladesh nanti, situasinya akan berbeda karena mereka merupakan lawan dengan karakter yang berbeda," ujar Herdman.

        Persiapan Indonesia juga tidak berlangsung dalam kondisi ideal. Timnas Indonesia hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk memulihkan kondisi setelah menjalani pertandingan berat melawan Malaysia.

        Kondisi fisik menjadi perhatian karena Indonesia harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-37 setelah Thom Haye menerima kartu merah. Para pemain harus bekerja keras bertahan hingga pertandingan berakhir untuk mengamankan hasil imbang tanpa gol.

        Herdman pun menilai masih ada aspek permainan yang harus diperbaiki, terutama ketika Indonesia kehilangan satu pemain. Menurutnya, Timnas Indonesia sebenarnya masih bisa bermain lebih agresif dalam menyerang meski harus tampil dengan 10 pemain.

        "Saya pikir yang perlu kami perbaiki adalah strategi ketika bermain dengan 10 pemain. Itu yang harus kami evaluasi dari pertandingan ini," ujar John Herdman.

        Baca Juga: Kapten Malaysia Bongkar Alasan Timnas Indonesia Sulit Dikalahkan Meski Cuma 10 Pemain

        Evaluasi tersebut menjadi penting sebelum Indonesia menghadapi Bangladesh. Selain mengejar kemenangan, skuad Garuda membutuhkan pendekatan menyerang yang efektif jika ingin memaksimalkan peluang mencetak gol pada pertandingan terakhir.

        Di sisi lain, Herdman tetap mengapresiasi penampilan para pemain saat menghadapi Malaysia. Ia menilai Indonesia mampu mengatasi tekanan lawan pada awal pertandingan ketika masih bermain dengan 11 pemain dan bahkan sempat menciptakan peluang untuk mencetak gol.

        "Jadi, ketika bermain dengan 11 pemain, ada banyak hal positif yang kami lakukan," ucapnya.

        Herdman juga berharap dukungan suporter kembali hadir ketika Indonesia menjalani pertandingan terakhir. Menurutnya, perjalanan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir dan perjuangan untuk mendapatkan tiket final masih harus dilanjutkan.

        "Yang ingin saya sampaikan kepada para suporter, datanglah, tetap bersama kami. Kami akan menyelesaikan pekerjaan ini. Kami akan berusaha menyelesaikannya bersama-sama," pungkasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: