Kredit Foto: Ist
Keputusan Gabung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai memiliki konsekuensi politik yang jauh lebih besar daripada sekadar memperkuat posisi dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Kaesang Pangarep.
Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago menilai mantan presiden itu memiliki kepentingan besar untuk memastikan partai berlambang gajah itu mampu membangun kekuatan politik hingga menembus parlemen.
Baca Juga: Denny Indrayana Seret Tiga Pihak Baru untuk Sidang Gugatan Pencalonan Gibran di MK
Menurut Arifki, keberadaan partai itu dapat menjadi instrumen penting bagi keluarga politikus senior itu untuk memiliki basis politik sendiri. Keluarga Jokowi dengan itu tidak sepenuhnya bergantung kepada partai politik lain untuk menjaga posisi tawar mereka.
"Dan saya rasa kepentingan beliau sangat besar untuk mengamankan partai untuk masuk parlemen. Karena ini bukan hanya kepentingan anaknya sebagai ketua umum menjaga ritme politik dari PSI. Ini juga soal kepentingan bagaimana nanti anaknya juga punya daya tawar politik untuk bisa membuat dia itu disegani pasca-pilpres apakah terpilih lagi atau mungkin tidak," terang Arifki, dikutip Rabu (30/9/2026).
Arifki melihat langkah mantan presiden bergabung dengan parpol berlambang gajah itu sebagai bagian dari upaya membangun "suaka politik" bagi keluarganya. Terlebih, Kaesang dan Gibran saat ini berada dalam posisi arena politik yang berbeda tetapi saling berkaitan.
Kaesang menjabat sebagai Ketua Umum PSI. Sedangkan Gibran Rakabuming Raka menduduki posisi Wakil Presiden RI. Dalam konteks tersebut keberhasilan partai itu masuk parlemen dapat memberikan keuntungan strategis bagi keluarga Jokowi.
Menurut Arifki, Partai Solidaritas Indonesia yang memiliki kursi di parlemen dapat memberikan ruang negosiasi yang lebih besar kepada keluarga Jokowi.
"Enggak lagi bergantung dengan partai-partai politik lain yang memang tidak punya kepastian," paparnya.
Diketahui, Jokowi sendiri secara resmi mengumumkan dirinya telah menjadi kader PSI. Ia juga menyatakan sudah bergabung sejak 14 Oktober 2025.
Baca Juga: Denny Indrayana Tantang Gibran Buka-bukaan Soal Pendidikannya di MK: Yang Paling Paham dan Mengerti
"Banyak yang bertanya kok baru ditunjukan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang," ucap Jokowi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: