Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Berpeluang Rebound ke 6.200, tapi Ancaman Koreksi Membayangi

        IHSG Berpeluang Rebound ke 6.200, tapi Ancaman Koreksi Membayangi Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound pada perdagangan Selasa (30/9/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah. Namun, investor masih perlu berhati-hati karena potensi koreksi lanjutan masih terbuka jika IHSG gagal menembus level resistance 6.200.

        Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup terkoreksi 0,43%. Pelemahan tersebut turut diikuti aksi jual bersih atau net sell investor asing sekitar Rp537 miliar.

        Sejumlah saham menjadi sasaran utama aksi jual investor asing, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO).

        Fanny memperkirakan IHSG berpeluang rebound menuju kisaran 6.160-6.200 pada perdagangan hari ini. Meski demikian, ruang penguatan tersebut masih dibayangi risiko koreksi apabila indeks gagal menembus level 6.200.

        "Jika gagal break 6.200, potensi koreksi lagi ke depan," ucap Fanny dalam keterangannya.

        Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG berada di kisaran 6.040-6.100, sementara resistance berada di 6.160-6.200.

        Di tengah peluang rebound tersebut, BNI Sekuritas juga mencermati sejumlah saham yang dapat menjadi perhatian investor untuk perdagangan hari ini, yakni CUAN, BUMI, AMMN, DEWA, TPIA, dan INCO.

        Untuk CUAN, strategi yang disarankan adalah Buy on Weakness dengan area beli Rp860-Rp885. Investor dapat mempertimbangkan cut loss jika harga turun di bawah Rp845, dengan target terdekat Rp900-Rp925.

        Sementara itu, BUMI masuk dalam kategori Spec Buy dengan area beli Rp176-Rp177. Level cut loss berada di bawah Rp173, sedangkan target terdekat berada di kisaran Rp179-Rp182.

        AMMN juga direkomendasikan dengan strategi Spec Buy pada area Rp4.420-Rp4.480. Level cut loss ditetapkan di bawah Rp4.400, dengan target terdekat Rp4.520-Rp4.600.

        Baca Juga: IHSG Jeblok 2%, BEI Tepis Aturan Saham Rp1 Jadi Biang Kerok

        Baca Juga: PTBA Tambah Utang Jumbo Rp6 Triliun dari BRI dan Mandiri

        Baca Juga: 3 Saham Short Selling Ambruk, BRPT Paling Tertekan

        Untuk DEWA, BNI Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness pada area Rp330-Rp340. Cut loss dapat dipertimbangkan jika harga turun di bawah Rp326, sementara target terdekat berada di Rp348-Rp356.

        Adapun TPIA menjadi salah satu saham yang masuk radar dengan strategi Spec Buy pada area Rp1.700-Rp1.720. Level cut loss berada di bawah Rp1.685, dengan target terdekat Rp1.740-Rp1.780.

        Terakhir, INCO direkomendasikan dengan strategi Spec Buy pada area Rp4.180-Rp4.280. Investor dapat mempertimbangkan cut loss jika harga turun di bawah Rp4.170, sedangkan target terdekat berada di kisaran Rp4.380-Rp4.450.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: