Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gibran Berani Bilang 'MBG Jangan Dimakan' Dinilai Sudah Semakin Jelas, Anggap Prabowo Cuma...

        Gibran Berani Bilang 'MBG Jangan Dimakan' Dinilai Sudah Semakin Jelas, Anggap Prabowo Cuma... Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Peneliti senior Saiful Mujani Research Center (SMRC) Saidiman Ahmad menilai pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kepada korban Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang sebagai bukti adanya perbedaan pandangan dengan Presiden Prabowo Subianto terkait implementasi program tersebut.

        Menurut Saidiman, perbedaan ini juga menjadi sinyal bahwa kekuasaan Prabowo belum sepenuhnya terkonsolidasi di kalangan elit.

        Dalam pernyataannya kepada korban MBG di Batang, Gibran sempat berkata, “Kamu hari ini pulang, besok sekolah, ya. Nanti bawa bekal dari rumah. MBG jangan dimakan.”

        Saidiman menilai ucapan itu mencerminkan perbedaan pendekatan. Wakil Presiden Gibran dinilai menginginkan target MBG hanya menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi terendah. Sebaliknya, Presiden ingin seluruh siswa mendapatkan makan.  

        Selain itu, Gibran dinilai lebih menginginkan pelaksanaan MBG melibatkan dapur-dapur warga di sekitar sekolah, seperti kantin sekolah.

        Sementara implementasi saat ini justru menggunakan konsep dapur terpusat yang sebagian besar dikelola militer dan polisi.

        “Yang menarik, perbedaan ini tidak sungkan diungkapkan ke publik,” ujar Saidiman.

        Dari sejumlah tafsir politik yang muncul, Saidiman menilai yang paling penting untuk sementara adalah bahwa kekuasaan Prabowo ternyata tidak sepenuhnya terkonsolidasi di kalangan elit.

        "Runtuhnya legitimasi politik presiden di tingkat akar rumput, sebagaimana terpotret dalam berbagai survei opini publik, dinilai bergema hingga membuat loyalitas elit mulai retak," jelasnya.

        Ia menambahkan, pernyataan Wapres kepada korban MBG, selain itu pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang sekaligus Menko Infrastruktur soal demokrasi, serta pernyataan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengenai MBG merupakan gejala politik yang perlu dibaca dalam satu tarikan napas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: