Data Center Rp3,5 Triliun Disorot, Kebutuhan Air Capai 33 Ribu Meter Kubik per Hari
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Rencana pengembangan pusat data BDX di Jatiluhur, Jawa Barat, tidak hanya berkaitan dengan investasi triliunan rupiah. Kebutuhan sumber daya air untuk operasional pusat data tersebut ikut menjadi perhatian karena kawasan Jatiluhur juga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan pertanian.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembangunan pusat data tersebut tidak boleh mengganggu alokasi air untuk warga maupun lahan pertanian. Pemerintah daerah bahkan melakukan pengecekan untuk memastikan kebutuhan operasional BDX tetap berada dalam koridor yang aman.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Adi Komar mengatakan kebutuhan air menjadi salah satu aspek yang diperhatikan pemerintah dalam mengawasi proyek tersebut. Menurutnya, proyek pusat data berskala besar harus tetap memperhatikan pelayanan publik.
"Pak Gubernur mengecek langsung dan memastikan bahwa pembangunan data center itu tidak mengganggu kaidah-kaidah ya yang sudah diatur, termasuk layanan-layanan publik lainnya, salah satunya adalah ketersediaan air," ujarnya.
Kekhawatiran tersebut muncul karena kebutuhan air pusat data dapat meningkat seiring dengan pengembangan kapasitasnya. BDX diketahui memiliki nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun dengan kapasitas listrik awal hingga 120 megawatt (MW).
Kapasitas tersebut bahkan direncanakan dapat dikembangkan hingga 640 MW. Dengan skala pengembangan sebesar itu, kebutuhan sumber daya pendukung termasuk air menjadi salah satu aspek yang harus diperhitungkan sejak awal.
Berdasarkan penjelasan yang diterima Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, kebutuhan air pada tahap pengembangan berikutnya dapat mencapai sekitar 384 liter per detik. Angka tersebut setara dengan sekitar 33.000 meter kubik air per hari.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat pemerintah daerah harus memastikan keberadaan pusat data tidak mengurangi pasokan untuk kebutuhan lain. Terlebih, sumber daya air di kawasan Jatiluhur juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan aktivitas pertanian.
Namun, Pemprov Jawa Barat menyebut kekhawatiran tersebut telah dibahas bersama pihak terkait. Adi mengatakan BDX, Jasa Tirta, dan PDAM Kabupaten Purwakarta telah memastikan pembangunan pusat data tidak akan mengganggu pasokan air.
"Pada prinsipnya dari pihak BDX dan juga dari pihak Jasa Tirta termasuk PDAM Kabupaten Purwakarta memastikan bahwa pada saat terbangunnya data center ini tidak akan mengganggu suplai air atau pemenuhan kebutuhan air untuk warga, termasuk pemanfaatan lainnya untuk pertanian," tutur Adi.
Jaminan tersebut menjadi penting karena pemerintah daerah tidak ingin investasi besar justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar. Pemerintah tetap mendukung pembangunan pusat data, tetapi aspek lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi bagian dari perhitungan.
Di tengah persoalan kebutuhan air tersebut, proyek BDX juga masih menghadapi persoalan administrasi pembangunan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya mengonfirmasi pembangunan dihentikan sementara karena sejumlah persyaratan, termasuk AMDAL dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), masih dalam proses.
Kewenangan perizinan pembangunan berada di Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Sementara Pemprov Jawa Barat menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi terhadap proyek tersebut.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Ingin Amdal Data Center Jatiluhur Disebar di Medsos: Kalau Dokumen Buku, Warga Tak Baca
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani juga menyatakan akan berkomunikasi langsung dengan Pemprov Jawa Barat mengenai penghentian sementara proyek. Rosan mengatakan dirinya perlu mendapatkan laporan lebih lengkap setelah baru kembali dari kunjungan kerja ke Jepang.
Dengan nilai investasi mencapai Rp3,5 triliun dan potensi pengembangan kapasitas hingga 640 MW, proyek BDX menjadi salah satu investasi besar yang membutuhkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan sumber daya.
Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan sekaligus: memastikan investasi tetap berjalan dan memastikan kebutuhan air masyarakat serta pertanian tidak terdampak. Kepastian mengenai kedua aspek tersebut akan menjadi bagian penting sebelum proyek pusat data BDX melanjutkan pembangunannya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: