Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi Bilang Ambang Batas 8 Persen Oke, Politikus PSIP: Sepertinya Menantang Prabowo

        Jokowi Bilang Ambang Batas 8 Persen Oke, Politikus PSIP: Sepertinya Menantang Prabowo Kredit Foto: Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo soal ambang batas parlemen hingga 8 persen mendapat respons dari politikus PDIP Guntur Romli. Guntur menilai pernyataan tersebut seperti menjadi tantangan bagi Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

        Sorotan Guntur tertuju pada angka 8 persen yang disebut Jokowi saat merespons wacana kenaikan parliamentary threshold. Menurut Guntur, angka tersebut memiliki kaitan dengan Prabowo, sementara Gerindra disebut mengusulkan ambang batas parlemen sebesar 5 persen.

        “Jokowi sepertinya menantang Pak Prabowo dan Gerindra dengan menyebut 8 Persen. Karena angka 8 itu kan identik dengan Presiden Prabowo, padahal Gerindra ngusulnya hanya 5 persen,” kata Guntur kepada wartawan, Rabu (30/9/2026).

        Pernyataan tersebut disampaikan Guntur setelah Jokowi sebelumnya menyatakan tidak mempermasalahkan berapa pun angka ambang batas parlemen yang nantinya diputuskan. Jokowi bahkan menyebut opsi 5, 6, 7 hingga 8 persen sama-sama tidak menjadi persoalan baginya.

        “Mau 5 oke, mau 6 oke, mau 7 oke, mau 8 oke,” ujar Jokowi pada Senin (28/9/2026). Ia menyerahkan keputusan mengenai angka tersebut kepada DPR, fraksi-fraksi di DPR, dan pemerintah.

        Guntur kemudian membawa pembahasan tersebut ke konteks Partai Solidaritas Indonesia atau PSI yang kini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep. Ia mengingatkan bahwa PSI belum berhasil memperoleh kursi di DPR pada Pemilu 2024 meski saat itu ambang batas parlemen masih berada di angka 4 persen.

        “Ambang batas parlemen 2024 dengan 4 persen saja, PSI tidak lolos padahal waktu itu Jokowi jadi presiden dan PSI sudah membranding PSI Partai Jokowi,” kata Guntur.

        Guntur menggunakan hasil tersebut untuk mempertanyakan optimisme Jokowi terhadap peluang PSI menghadapi Pemilu 2029. Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan Guntur dan bukan hasil atau proyeksi resmi mengenai Pemilu 2029.

        Sebelumnya, Jokowi memang menyatakan optimistis PSI dapat masuk ke parlemen pada Pemilu 2029. Ia meminta seluruh pihak di PSI bekerja keras, terlebih partai tersebut saat ini masih berstatus sebagai partai nonparlemen.

        Baca Juga: Yunarto Wijaya Buka-Bukaan Strategi Nyata Jokowi Hingga Jadi 'Monster' Politik!

        “Ya PSI ini kan masih non-parlemen. Jadi yang paling penting ya semuanya bekerja keras. Iya optimis, optimis, optimis,” ujar Jokowi ketika ditanya mengenai peluang PSI masuk Senayan pada 2029.

        Perbedaan pandangan itu membuat angka ambang batas parlemen menjadi salah satu isu yang kembali mendapat sorotan dalam pembahasan perubahan aturan Pemilu. Sejumlah partai politik sebelumnya memang menyampaikan usulan berbeda terkait besaran parliamentary threshold, termasuk angka 5 persen hingga 7 persen.

        Pemerintah sendiri masih menunggu proses pembahasan di DPR. Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan pemerintah akan menunggu draf resmi dari DPR sebelum menyusun daftar inventarisasi masalah terkait revisi UU Pemilu.

        Angka 8 persen yang disebut Jokowi belum menjadi ketentuan baru untuk Pemilu 2029. Pernyataan tersebut merupakan respons terhadap wacana yang sedang bergulir, sedangkan keputusan mengenai ambang batas parlemen masih berada dalam proses pembahasan oleh pembentuk undang-undang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: