Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Istri Bupati Sikka Disorot Pamer Tas Hermes di Tengah Krisis Air Bersih, 'Elite Menenteng Kemewahan, Warganya Memeras Batang Pisang'

        Istri Bupati Sikka Disorot Pamer Tas Hermes di Tengah Krisis Air Bersih, 'Elite Menenteng Kemewahan, Warganya Memeras Batang Pisang' Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, memberikan kritik tajam atas kontrasnya gaya hidup pejabat daerah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

        Ia menyoroti fenomena istri Bupati Sikka yang pamer tas mewah seharga ratusan juta rupiah di tengah derita krisis air bersih yang dialami warga Desa Tuanggeo, Pulau Palue.

        Di Desa Tuanggeo, warga terpaksa memeras batang pisang yang ditebas demi mendapatkan beberapa tetes air bersih untuk bertahan hidup.

        "Istri Bupati Sikka disorot karena tas Hermes ratusan juta, warganya krisis air memeras dari gedebong pisang. Di Desa Tuanggeo, Pulau Palue, Kab Sikka, NTT air tak lagi mengalir dari keran. Ia menetes dari batang pisang yang ditebas warga. Ini bukan kisah zaman penjajahan. Ini Indonesia, September 2026," ujar Guntur Romli.

        Guntur juga mengkritik jawaban mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ditanya warga Palue mengenai krisis air bersih dalam kunjungannya.

        Menurut Guntur, jawaban Jokowi yang mengaku "tidak bisa apa-apa" dinilai tidak berempati, mengingat anak-anak Jokowi masih menduduki posisi strategis di pemerintahan nasional maupun kepartaian.

        "Janji dan kunjungan datang silih berganti. Termasuk Jokowi yang mengatakan 'tidak bisa apa-apa, saya pensiunan' saat ditanya warga Palue soal kesulitan air bersih. Padahal anak Jokowi, Gibran masih Wapres. Bupati Sikka dari partai yang dipimpin anak bungsunya, yang saat itu ada di sampingnya. Tapi saat dikeluhkan warga, jawabnya 'tidak bisa apa-apa.' Lantas buat apa ke sana? Pencitraan saja?" cecar Guntur.

        Lebih lanjut, Guntur mempertanyakan keberadaan dan kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka dalam membantu warga yang mengalami kekeringan.

        Ia menyoroti ketimpangan sosial yang dinilai sangat melukai perasaan masyarakat, mengingat Sikka masih terdaftar sebagai salah satu kabupaten termiskin di provinsi NTT.

        "Pemerintah Kabupaten Sikka, di mana mobil tangki air? Sikka masih tercatat sebagai salah satu kabupaten termiskin di NTT, tetapi istri bupatinya justru ramai disorot karena tas Hermès ratusan juta. Rakyat memeras batang pisang, elite menenteng kemewahan," pungkas Guntur.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: