Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Listrik Andal Topang Daya Saing dan Iklim Investasi Jabar

        Listrik Andal Topang Daya Saing dan Iklim Investasi Jabar Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        BANDUNG,- Keandalan pasokan listrik kini menjadi salah satu aspek yang menentukan kemampuan suatu daerah dalam menarik investasi dan mengembangkan aktivitas ekonomi.

        Kebutuhan tersebut tidak hanya menyangkut ketersediaan energi, tetapi juga kepastian pasokan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor usaha.

        Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bonti Wiradinata mengatakan, listrik telah menjadi bagian penting dari berbagai kegiatan ekonomi, mulai dari industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga rumah sakit, pusat data, pertanian, dan perikanan.

        “Listrik bagi dunia usaha bukan hanya soal ada atau tidak ada saja, melainkan soal andal atau tidaknya listrik tersebut,” kata Bonti, Rabu (30/9/2026)

        Menurut dia, setiap sektor memiliki karakteristik kebutuhan listrik yang berbeda. Kawasan industri membutuhkan pasokan yang mendukung keberlangsungan proses produksi, sementara sektor pertanian memerlukan listrik untuk irigasi dan pengolahan hasil.

        Di sektor perikanan, listrik juga dibutuhkan untuk menunjang fasilitas penyimpanan seperti cold storage. Perbedaan kebutuhan tersebut membuat keandalan sistem kelistrikan perlu ditempatkan sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi.

        “Karena itu, keandalan listrik harus dilihat sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi dan daya saing daerah dan negara,” ujarnya.

        Bonti menilai, meningkatnya kebutuhan listrik perlu diantisipasi melalui perencanaan kelistrikan jangka panjang. Salah satunya melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang memperhitungkan perkembangan berbagai sektor strategis, termasuk kawasan industri, hilirisasi, pusat data, kendaraan listrik, hingga proyek strategis lainnya.

        Menurutnya, perencanaan di tingkat nasional selanjutnya perlu diterjemahkan di daerah melalui kesiapan sistem kelistrikan yang mengikuti perkembangan pusat-pusat ekonomi baru.

        Sementara di Jawa Barat, kebutuhan pasokan listrik berdaya besar antara lain terlihat dari dukungan PLN UID Jawa Barat terhadap pelanggan industri. PLN menyuplai listrik sebesar 250 MVA kepada IKPP Karawang untuk mendukung ekspansi perusahaan.

        Bonti mengatakan, penyelarasan antara kebutuhan energi dengan perkembangan ekonomi membutuhkan koordinasi antara PLN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

        “Kalau semua data itu disatukan, kita bisa membangun listrik tepat kapasitas, tepat lokasi, dan tepat waktu,” ujar Bonti.

        Ia menilai pendekatan tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur kelistrikan tidak berjalan sendiri, melainkan selaras dengan arah pengembangan ekonomi di masing-masing wilayah.

        Selain aspek ketersediaan, Bonti juga mendorong agar manfaat pembangunan kelistrikan dilihat dari seberapa besar energi tersebut mampu mendukung aktivitas produktif.

        “Pendekatannya perlu diubah dari ‘listrik masuk’ menjadi ‘listrik menghasilkan’,” katanya.

        Menurut dia, ketika listrik dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi, mendorong digitalisasi, mengolah hasil usaha, hingga menjaga kualitas produk melalui fasilitas penyimpanan, manfaat energi dapat berkembang menjadi peningkatan produktivitas dan nilai tambah ekonomi.

        Rantai manfaat tersebut pada akhirnya dapat memperkuat pertumbuhan usaha, membuka peluang investasi, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menciptakan lapangan kerja. Dengan demikian, keandalan listrik bukan sekadar persoalan teknis penyediaan energi, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan daerah dalam mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan menangkap peluang investasi yang muncul seiring ekspansi industri dan perkembangan teknologi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: