Coach Justin Mulai Khawatir Herdman 'Miskin Taktik', tapi Minta Timnas Indonesia Bersabar
Kredit Foto: Instagram/officialjohnherdman
Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau Coach Justin mulai mempertanyakan kualitas taktik John Herdman setelah Timnas Indonesia ditahan Malaysia 0-0 pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Meski melontarkan kritik keras, Justin masih meminta publik memberi kesempatan kepada Herdman yang baru beberapa bulan menangani Skuad Garuda.
Sorotan Justin tidak hanya tertuju pada situasi setelah Indonesia kehilangan Thom Haye. Menurutnya, persoalan kreativitas sudah terlihat ketika Indonesia masih bermain dengan 11 pemain sebelum Haye menerima kartu merah pada menit ke-37.
“Gua lihat ada perubahan, cuman ya masih jauh. Kalau kemarin ada orang yang bilang apakah Herdman ini miskin taktik, gua takutnya ke sana (benar),” kata Coach Justin di YouTube pribadinya.
Justin menilai pola permainan Indonesia masih belum menunjukkan banyak variasi ketika membangun serangan. Salah satu yang menjadi sorotannya adalah kecenderungan Skuad Garuda mengandalkan serangan dari sisi sayap dan umpan silang.
Menurut Justin, pola tersebut membuat permainan Indonesia mudah terbaca karena serangan dari lini tengah belum memberikan alternatif yang cukup. Jarak antarpemain yang terlalu jauh juga dinilai membuat aliran bola dan koordinasi serangan tidak berjalan maksimal.
Peran Thom Haye turut menjadi perhatian Justin. Ia menilai kemampuan Haye sebagai pemain yang memiliki kreativitas untuk mengatur permainan seharusnya bisa dimaksimalkan, bukan justru membuat gelandang tersebut terlalu banyak menjalankan tugas yang menguras fisik.
Masalah itu kemudian semakin sulit diatasi setelah Indonesia bermain dengan 10 pemain. Haye mendapat kartu merah langsung setelah wasit Ko Hyung-jin meninjau tayangan VAR akibat pelanggaran terhadap pemain Malaysia, membuat Herdman harus mengubah komposisi tim sejak menit ke-37.
Meski kehilangan satu pemain, Indonesia mampu mempertahankan skor 0-0 hingga pertandingan berakhir. FIFA mencatat Malaysia memiliki sejumlah peluang pada babak kedua, tetapi Maarten Paes dan barisan pertahanan Indonesia mampu menggagalkan ancaman tersebut.
Namun, bagi Justin, kemampuan bertahan dalam situasi tersebut tidak otomatis menyelesaikan persoalan permainan Indonesia. Ia justru menyoroti kecenderungan tim terlalu bertahan dan minim variasi ketika harus membangun serangan.
“Gua paling benci yang utama bertahan. Lu bisa press, lu bisa menyerang, kenapa lu harus bertahan? Realitanya adalah tim yang bertahan lebih banyak kekalahannya daripada menangnya,” tegas Justin.
Kritik tersebut muncul ketika Herdman sendiri mengakui ada aspek permainan yang harus diperbaiki setelah menghadapi Malaysia. Pelatih asal Inggris itu mengatakan sisi menyerang ketika Indonesia bermain dengan 10 pemain menjadi bagian yang perlu dibenahi sebelum pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Kapten Malaysia Bongkar Alasan Timnas Indonesia Sulit Dikalahkan Meski Cuma 10 Pemain
Herdman juga menilai kartu merah Haye menjadi pengalaman penting bagi timnya. Menurutnya, situasi tersebut memberikan kesempatan kepada para pemain untuk belajar berjuang bersama dalam kondisi sulit.
Di tengah kritik terhadap taktik Herdman, Justin tidak lantas meminta pelatih tersebut kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pekerjaannya. Ia mengingatkan bahwa Herdman masih berada pada tahap awal menangani Timnas Indonesia sehingga masih ada ruang untuk melakukan perbaikan.
Peluang Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 juga belum tertutup. Hasil imbang melawan Malaysia membuat Indonesia mengoleksi empat poin dan selanjutnya harus menghadapi Bangladesh pada pertandingan terakhir Grup A, sementara Malaysia juga memiliki empat poin.
Karena itu, kritik Justin terhadap Herdman lebih diarahkan pada evaluasi permainan yang ditampilkan Indonesia sejauh ini. Ia masih memberi ruang bagi Herdman untuk membuktikan bahwa persoalan kreativitas, variasi serangan, dan pemanfaatan pemain kreatif dapat diperbaiki sebelum pertandingan penentu berikutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: