Kredit Foto: Ist
Keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) atau dana sertifikasi membawa dampak buruk bagi kesejahteraan para pendidik di Indonesia.
Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengungkapkan bahwa keterlambatan hak finansial tersebut telah memaksa banyak guru berpenghasilan rendah terjerat skema pinjaman online (pinjol).
Kabid Hukum P2G, Iman Zanatul Haeri, menegaskan bahwa bagi para guru dengan gaji pas-pasan, TPG tidak lagi berfungsi sebagai bonus tambahan, melainkan sudah menjadi bagian utama dari gaji pokok untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Tunjangan Profesi Guru, bagi guru yang gajinya pas-pasan, fungsinya seperti gaji pokok. Ketika terlambat, maka kebutuhan pokok terlambat. Tentu kebutuhan pokok tidak bisa ditunda. Dalam beberapa kasus, TPG/Sertifikasi guru terlambat, mereka terjerat pinjol," ujar Iman Zanatul Haeri dalam keterangannya, Rabu (30/9).
Iman menilai bahwa pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebenarnya sudah mengetahui secara pasti kondisi riil yang dialami oleh para guru di lapangan.
Namun, menurutnya, belum ada tindakan nyata atau keberanian untuk mengakui akar permasalahan yang sebenarnya.
Ia menyebut keterlambatan pencairan tunjangan ini merupakan konsekuensi langsung dari digunakannya pos anggaran pendidikan nasional untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pemerintah tahu, OJK juga tahu. Ini bukan soal tahu tidak tahu. Semua orang tahu ini efek samping digunakannya anggaran pendidikan untuk MBG. Cuma takut mengatakannya," pangkasnya.
Kondisi keprihatinan yang dialami para pendidik ini bertepatan dengan momentum akhir bulan September. Iman menyindir bahwa momen 30 September yang dialami para guru saat ini bukan lagi sekadar mengenang peristiwa sejarah, melainkan kepedihan mendalam akibat tunjangan yang tak kunjung cair.
"Para guru dengan khidmat merenungi arti 30 September bagi bangsa ini. Dikiranya ini mengenang peristiwa pada malam tahun 1965. Padahal kita merenungi Tunjangan Profesi Guru yang berbulan-bulan tidak cair, sambil berjuang dari pinjol ke pinjol," sindir Iman menaruh keprihatinan mendalam atas nasib para pendidik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: