Mahfud Dorong Prabowo Berani Pecat Semua Pihak Terkait Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus mendapat sorotan tajam menyusul penemuan fasilitas mewah dalam kawasan tersebut hingga berujung adanya tuntutan masyarakat agar pemerintah memecat pihak-pihak terkait hal itu.
Eks Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mendorong pemerintah tidak berhenti pada pemeriksaan petugas lapas, tetapi melakukan evaluasi menyeluruh hingga ke jajaran yang memiliki kewenangan pengawasan.
Baca Juga: Gibran Tak Bisa Sendiri, Jokowi Disebut Bukan Siapa-siapa Lagi di 2029
Mahfud bahkan mengusulkan langkah tegas berupa pergantian seluruh personel apabila ditemukan persoalan serius yang terus berulang.
"Saya kalau saya sih pecati semua saja. Iya, dipecat, semua ganti," ujar Mahfud dalam kanal YouTube Mahfud MD, dikutip Kamis (1/10/2026).
Menurut Mahfud, persoalan fasilitas mewah di balik tembok lapas tidak seharusnya hanya dilihat sebagai masalah yang terjadi di tingkat lapas. Evaluasi juga perlu diarahkan kepada pejabat atau pihak yang memiliki tanggung jawab lebih tinggi dalam sistem pengawasan.
Ia menilai pemeriksaan yang hanya berhenti pada petugas lapas berpotensi tidak menyelesaikan akar persoalan.
"(Evaluasi) selama ini hanya sampai lapas. Lapas saja," ujar Mahfud.
Sebelumnya, Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIA Cibinong. Dalam pemeriksaan tersebut, pihaknya menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai tidak lazim berada di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengungkap adanya bangunan yang disebut sebagai "klaster mewah" dan dihuni sejumlah warga binaan.
Di kawasan tersebut, mereka menemukan lebih dari 10 rumah serta beberapa mobil mewah yang terparkir. Ketika memasuki salah satu bangunan, petugas menemukan fasilitas yang menyerupai hunian apartemen.
"Kami menemukan beberapa lokasi hunian di sekitar lapas berupa bangunan terlihat seperti homestay dengan atap seng bercat warna biru dan ada seperti rumah klaster, di dalamnya berisi sofa, kulkas, TV, meja makan," kata Syafrida.
Tidak berhenti di fasilitas hunian, mereka juga menemukan sarana fitness yang disebut lengkap. Selain itu, terdapat pembangunan simulator golf yang sedang berlangsung.
Temuan tersebut kemudian menjadi semakin serius karena Ombudsman juga menemukan celah keamanan di area lapas.
Akses keluar di bagian belakang sejumlah rumah petak disebut tidak terkunci dan terhubung langsung dengan kawasan hutan bambu serta tempat pembuangan sampah. Kondisi itu dinilai membuka potensi persoalan keamanan di lingkungan lapas.
Baca Juga: Jokowi Mulai Sadari 'Permusuhannya' dengan Prabowo: Makanya Pengumumannya di Jabar, Bukan Jateng
Syafrida juga menyebut adanya pengakuan dari salah satu penghuni mengenai pembayaran sejumlah uang untuk mendapatkan fasilitas tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: