Pernah Jadi Menkopolhukam, Mahfud Bilang Fasilitas Mewah Tak Hanya di Lapas Cibinong
Kredit Foto: YouTube/LapasKelasIIACibinong
Fasilitas Mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong tidak hanya dilihatĀ sebagai persoalan di satu lokasi. Terdapat dugaan bahwa hal tersebut hanyalah bagian puncak gunung es dari persoalan besar di Indonesia.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menduga masih ada fasilitas serupa di lembaga pemasyarakatan lain.
Baca Juga: Mahfud Dorong Prabowo Berani Pecat Semua Pihak Terkait Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Mahfud menilai persoalan di lapas telah muncul berulang kali sejak lama. Karena itu, ia mendorong pemerintah tidak hanya memeriksa Lapas Cibinong, tetapi melakukan evaluasi yang lebih luas.
"Ini saya yakin di tempat lain masih banyak lho yang begitu-begitu tuh," jelas Mahfud dalam kanal YouTube Mahfud MD, dikutip Kamis (1/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul inspeksi mendadak Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong. Dalam inspeksi tersebut, mereka menemukan sejumlah fasilitas yang dinilai mewah di balik jeruji lapas.
Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan menyebut adanya bangunan yang dihuni beberapa warga binaan dan disebut sebagai "klaster mewah". Di area tersebut terdapat lebih dari 10 rumah dan beberapa mobil mewah.
Ketika Ombudsman berhasil masuk ke salah satu bangunan, ditemukan fasilitas seperti ruang tamu, kamar, televisi, kulkas, serta sejumlah perlengkapan lainnya.
"Kami menemukan beberapa lokasi hunian di sekitar lapas berupa bangunan terlihat seperti homestay dengan atap seng bercat warna biru dan ada seperti rumah klaster, di dalamnya berisi sofa, kulkas, TV, meja makan," kata Syafrida.
Ombudsman juga menemukan fasilitas fitness yang disebut lengkap. Bahkan, pembangunan simulator golf tengah dilakukan di area tersebut.
Selain persoalan fasilitas, inspeksi juga menemukan celah keamanan. Akses keluar di bagian belakang rumah-rumah petak disebut tidak terkunci dan memiliki jalur yang terhubung dengan hutan bambu serta tempat pembuangan sampah.
Dalam wawancara, salah satu penghuni juga disebut mengakui telah membayar sejumlah uang untuk memperoleh fasilitas tersebut.
Baca Juga: Jokowi Merasa Terisolasi dan Ditinggalkan, Pengamat Sebut Ada Sesuatu di Balik Pengumuman Gabung PSI
Kasus ini juga menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap fasilitas yang diterima warga binaan. Apalagi ketika fasilitas tersebut berbeda jauh dari kondisi umum warga binaan dan diduga diperoleh melalui pembayaran tertentu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: