Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Terjepit Sentimen Global, Berpotensi Konsolidasi di 6.000-6.200

        IHSG Terjepit Sentimen Global, Berpotensi Konsolidasi di 6.000-6.200 Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berada dalam rentang 6.000-6.200 seiring masih kuatnya sejumlah sentimen global.

        Dari pasar Amerika Serikat, indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Tekanan jual yang muncul menjelang penutupan menghapus sebagian besar kenaikan yang sempat terjadi sepanjang sesi perdagangan.

        Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan ekonomi AS. Indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) tercatat naik 0,3% secara bulanan atau 3,4% secara tahunan pada Agustus 2026.

        Sementara itu, estimasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS untuk kuartal II-2026 direvisi menjadi 2,2%, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya sebesar 1,5%.

        Perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada data manufaktur AS. Indeks ISM Manufacturing diperkirakan berada di level 55 pada September 2026.

        Dari dalam negeri, pasar akan mencermati rilis sejumlah indikator ekonomi. Inflasi Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 3,3% secara tahunan pada September 2026, dari 3,19% pada bulan sebelumnya.

        Surplus neraca perdagangan Indonesia juga diperkirakan melebar menjadi US$0,6 miliar pada Agustus 2026, dibandingkan surplus US$0,13 miliar pada Juli 2026.

        Sementara itu, S&P Global Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia diperkirakan naik ke level 50,3 pada September 2026. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

        Baca Juga: IHSG Jatuh ke 6.071, 360 Saham Ditutup Merah

        Baca Juga: IHSG Jeblok 2%, BEI Tepis Aturan Saham Rp1 Jadi Biang Kerok

        Di pasar komoditas, harga minyak ditutup menguat sekitar 1% pada perdagangan Rabu. Namun, kenaikan imbal hasil surat utang AS menjadi perhatian investor. U.S. Treasury 10-year Bond Yield naik lebih dari 4 basis poin ke level 5,298%.

        Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk saham, karena imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi berpotensi memengaruhi preferensi investor terhadap instrumen investasi global.

        Sementara itu, harga emas spot ditutup melemah 0,7% ke level US$4.152 per troy ounce.

        Dengan berbagai sentimen tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang 6.000-6.200 pada perdagangan hari ini.

        Untuk perdagangan 1 Oktober 2026, Phintraco Sekuritas memasukkan EMAS, INDF, ANTM, INKP, dan BDMN sebagai saham pilihan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: