Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kejutan Besar Peta Politik! Pergantian Mendadak Kapolri Disebut Jadi Pukulan Telak Bagi Jokowi!

        Kejutan Besar Peta Politik! Pergantian Mendadak Kapolri Disebut Jadi Pukulan Telak Bagi Jokowi! Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kini menempati jabatan baru setelah tidak lagi memimpin Polri. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) pada Kamis (1/10/2026), di hari yang sama ketika Komjen Pol Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri.

        Perubahan posisi tersebut terjadi setelah DPR memberikan persetujuan terhadap Suyudi untuk menggantikan Listyo. Suyudi sebelumnya menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR sebelum mendapat persetujuan dalam rapat paripurna.

        Pergantian pucuk pimpinan Polri ini kemudian mendapat perhatian dari jurnalis senior Hersubeno Arief. Ia melihat cepatnya proses pergantian tersebut memunculkan spekulasi mengenai dinamika politik di sekitar pemerintahan.

        Hersubeno atau Hersu menyebut salah satu spekulasi yang beredar adalah pergantian Listyo Sigit sebagai bentuk “serangan kilat” terhadap kelompok politik yang diasosiasikan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

        "Proses pergantian Kapolri tersebut berlangsung sangat cepat dan banyak juga yang menyebutnya ini adalah serangan kilat," ujar Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Kamis (1/10/2026).

        Analisis tersebut kemudian dikaitkan Hersu dengan perkara yang sedang dihadapi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK). Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 itu mempersoalkan syarat pendidikan Gibran ketika ditetapkan sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024.

        Menurut Hersu, posisi Listyo Sigit selama ini kerap dipersepsikan memiliki kedekatan dengan keluarga Solo. Karena itu, ia menganggap pergantian Kapolri memiliki dimensi politik yang lebih luas, terutama karena berlangsung ketika perkara Gibran masih menjalani proses persidangan.

        "Dan ini jelas merupakan pukulan yang sangat telak bagi mantan Presiden Joko Widodo di tengah proses persidangan gugatan ijazah putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Mahkamah Konstitusi," katanya.

        Hersu juga menyinggung pandangan sejumlah pengamat yang melihat adanya kemungkinan permohonan Denny Indrayana dan para pemohon lain mendapat respons dari MK. Namun, kemungkinan tersebut masih sebatas analisis dan belum menjadi keputusan Mahkamah.

        "Banyak juga pengamat yang melihat tanda-tandanya itu hakim di Mahkamah Konstitusi itu akan menerima permohonan atau gugatan dari Denny Indrayana dan kawan-kawan. Kalau memang betul seperti itu, itu akan jadi pukulan berganda buat Joko Widodo," tandasnya.

        Baca Juga: Pesan Eks Kapolri Listyo Sigit ke Suyudi: Jaga Amanah, Tantangan Polri Makin Kompleks

        Sementara itu, pergantian Kapolri sendiri telah resmi berlangsung. Suyudi Ario Seto dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

        Listyo pun tidak meninggalkan lingkar pemerintahan setelah pergantian tersebut. Pengangkatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan membuat mantan Kapolri itu tetap memegang posisi strategis di pemerintahan Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: