Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BASF Indonesia Gandeng PJI Pacu Inovasi Pelajar Lewat National Innovation Challenge

        BASF Indonesia Gandeng PJI Pacu Inovasi Pelajar Lewat National Innovation Challenge Kredit Foto: Prestasi Junior Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Persoalan keterbatasan air bersih hingga pengelolaan limbah mendorong pelajar SMA mengembangkan berbagai solusi inovatif dalam National Innovation Challenge yang digelar BASF Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI).

        Sebanyak 50 siswa yang tergabung dalam 10 tim finalis mempresentasikan gagasan mereka untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan dan sosial di Indonesia. Ajang tersebut menjadi puncak program Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition yang telah berlangsung sejak April 2026.

        Program ini sebelumnya melibatkan 100 siswa yang tergabung dalam 20 tim dari 16 SMA di wilayah Jabodetabek. Para peserta mengembangkan solusi berdasarkan persoalan yang mereka temukan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

        Berbagai isu yang diangkat cukup beragam, mulai dari limbah makanan, limbah tekstil dan organik, pencemaran lingkungan, keterbatasan akses air bersih, hingga kebutuhan terhadap sumber energi alternatif.

        Dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), para siswa mengubah persoalan tersebut menjadi gagasan berupa produk, perangkat berbasis teknologi, maupun platform digital yang ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

        Dalam babak final, setiap tim mempresentasikan masalah yang ingin diselesaikan, konsep dan manfaat solusi, target pengguna, serta rencana pengembangan prototipe di hadapan dewan juri yang berasal dari perwakilan dunia usaha, sektor pendidikan, dan praktisi keberlanjutan.

        Selain memberikan penilaian, dewan juri juga memberikan masukan strategis agar para peserta dapat menyempurnakan gagasan dan meningkatkan peluang implementasinya di dunia nyata.

        Inovasi yang dikembangkan para finalis mencakup enam tema utama, yakni Aksi Iklim, Air dan Sanitasi, Konsumsi Bertanggung Jawab, Ekonomi Sirkular dan Pengurangan Limbah, Energi Berkelanjutan, serta Solusi Digital untuk Keberlanjutan.

        Sejumlah gagasan memanfaatkan material sisa menjadi produk bernilai tambah, mengembangkan teknologi untuk pengelolaan air dan energi, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), sensor, aplikasi digital, dan analisis data untuk mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

        Kasubtim Peserta Didik, Direktorat SMA, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Rurry Fatchurrachman, mengatakan program tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

        “Melalui proses mengenali persoalan dan mengembangkan solusi, siswa mengasah penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Pengalaman belajar seperti ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewujudkan delapan dimensi profil lulusan,” ujarnya.

        Presiden Direktur BASF Indonesia Dr. Christofer Arisandy mengatakan transisi menuju perekonomian yang lebih berkelanjutan membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami tantangan, tetapi juga mampu mengidentifikasi peluang dan menciptakan solusi yang relevan.

        “Melalui program Young Voices for a Sustainable Future, para siswa dipacu untuk menunjukkan bahwa inovasi dapat berawal dari permasalahan sehari-hari dan berkembang menjadi gagasan yang memberikan dampak nyata melalui riset, kreativitas, dan kolaborasi,” katanya.

        Program Young Voices for a Sustainable Future dirancang sebagai pengalaman belajar intensif mengenai keberlanjutan sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan solusi yang aplikatif.

        Menggunakan pendekatan design thinking, peserta diajak mengamati lingkungan sekitar, memahami pihak-pihak yang terdampak, kemudian menentukan persoalan yang perlu diselesaikan.

        Para siswa selanjutnya bekerja dalam kelompok untuk melakukan riset, mengembangkan konsep, dan menyusun proposal inovasi. Dalam proses tersebut, mereka mendapatkan pendampingan dari mentor BASF untuk mempertajam perumusan masalah, memastikan solusi sesuai kebutuhan masyarakat, menentukan target pengguna, serta merancang pengembangan prototipe.

        Proses tersebut juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kerja sama tim, riset, dan pemecahan masalah.

        Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati mengatakan generasi muda membutuhkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pencarian solusi.

        “Mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk mencari tahu penyebab masalah, mencoba berbagai gagasan, bekerja sama, menerima masukan, dan memperbaiki solusi yang mereka kembangkan,” ujarnya.

        Dari seluruh finalis, Tim Gen V dari SMAN 21 Jakarta terpilih sebagai pemenang National Innovation Challenge. Tim tersebut mengembangkan O2H: Atmospheric Water Harvesting System, sebuah perangkat yang dirancang untuk menghasilkan air bersih dengan memanfaatkan kelembapan udara.

        Muhammad Rizqi Sugianto, perwakilan Tim Gen V, mengatakan ide tersebut berangkat dari kepedulian terhadap keterbatasan akses air bersih yang dialami sejumlah rumah tangga dan komunitas, terutama saat musim kemarau.

        “Karena itu, kami merancang perangkat ringkas yang dapat mengubah kelembapan udara menjadi air bersih melalui proses penyaringan dan sterilisasi. Pencapaian ini memotivasi kami untuk terus belajar dan menyempurnakan inovasi ini agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

        Melalui program tersebut, BASF Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia mendorong siswa untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang untuk menciptakan solusi. Program ini sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui riset, kreativitas, serta kolaborasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Sufri Yuliardi
        Editor: Sufri Yuliardi

        Bagikan Artikel: