Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi

        Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Qatar sebagai mediator diketahui telah menyampaikan pesan Amerika Serikat kepada Iran terkait proposal "rencana tujuh hari" untuk mengakhiri perang. Namun, situasi di kawasan masih memanas seiring berlanjutnya penutupan rute maritim vital di Selat Hormuz dan ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk kembali mengambil tindakan militer.

        Trump menyatakan dirinya menilai posisi Amerika Serikat berada di atas angin, meski masih membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi.

        "Kita menang luar biasa," kata Trump.

        Kesiapan Washington merespons kemungkinan kembali digunakannya opsi militer juga ditegaskan Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih. Ia mengatakan Amerika Serikat menghadapi pilihan antara menghancurkan Iran atau mencapai kesepakatan.

        "Mungkin Anda menghancurkan mereka. Kami harus mengambil keputusan itu. Kami menghancurkan mereka, atau membuat kesepakatan," kata Trump.

        Trump juga menekankan bahwa waktu bagi kedua pihak untuk menentukan keputusan akhir semakin mendesak.

        Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan posisi Teheran melalui siaran televisi pemerintah. Ia menyebut Iran telah memberikan pukulan kepada pihak yang disebutnya sebagai musuh, termasuk terkait situasi di Selat Hormuz.

        "Hari ini, setelah menderita pukulan menyakitkan di tangan para pejuang gagah berani dan penjaga Selat Hormuz, mereka (musuh) tidak berani melampaui Laut Arab," tegas Khamenei.

        Khamenei juga memperingatkan bahwa keberadaan pasukan asing di koridor maritim tersebut justru akan mendatangkan kerugian bagi mereka sendiri.

        "Kapan pun mereka menanggung risiko ini, mereka hanya membawa kerugian bagi diri mereka sendiri. Tidak lama lagi Laut Arab pun akan terbebas dari kehadiran mereka," ungkap Khamenei.

        Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan syarat-syarat khusus dari Pemimpin Tertinggi Iran telah disampaikan kepada Washington sebagai bagian dari upaya memulihkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

        Baca Juga: Trump Tolak Regulasi AI Baru, Pilih Pengawasan Mandiri Industri

        "Jika pihak Amerika mengklaim mereka mencari kesepakatan atau solusi damai, kami telah menyajikan solusi tersebut," paparnya.

        Sebelumnya, Iran disebut menawarkan gencatan senjata selama tujuh hari. Namun, Trump menolak tegas inisiatif tersebut sebelum bertolak ke Tennessee.

        "Mereka ingin membuat kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz segera karena mereka kalah telak," ucap Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: