Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bahlil Dapat Jabatan Baru dari Prabowo: Saya Kerja, Berpikir, Kerja, Berpikir

        Bahlil Dapat Jabatan Baru dari Prabowo: Saya Kerja, Berpikir, Kerja, Berpikir Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tugas baru menanti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah Presiden Prabowo Subianto menambah tanggung jawabnya sebagai Menteri Koordinator (Menko) Hilirisasi dan Transisi Energi. Namun, Bahlil belum membeberkan program kerja yang akan menjadi prioritasnya.

        Alih-alih mengungkap target dalam hitungan tiga bulan, Bahlil mengatakan dirinya tidak bekerja dengan pola tersebut. Ia memilih menjalankan tugas dari hari ke hari dan melaporkan pelaksanaannya kepada Presiden Prabowo Subianto.

        "Saya selalu bekerja tiap hari, bukan per tiga bulan ya, tiap hari, tiap hari. Jadi saya kerja, berpikir, kerja, berpikir, berpikir, kerja," katanya saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

        Baca Juga: Dicopot sebagai Kapolri, Listyo Sigit: Saya Masih Polisi Aktif Sampai...

        Adapun mengenai program maupun proyek yang akan diprioritaskan setelah mendapat jabatan tambahan tersebut, Bahlil belum memberikan rincian. Ia mengatakan akan terlebih dahulu menjalankan tugasnya dan kemudian menyampaikan rencana pelaksanaan kepada Presiden.

        "Saya baru dilantik, nanti sudah kerja baru saya laporkan lagi," ujar Bahlil.

        Presiden Prabowo sebelumnya memberikan tugas tambahan kepada Bahlil dengan mengangkatnya sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Pelantikan jabatan tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). 

        Baca Juga: Dari Rapat Bahas Narkoba ke Kursi Kapolri, Nasib Suyudi Berubah Cepat

        Bahlil menyebut penugasan itu sebagai amanah baru yang akan dijalankan bersamaan dengan tanggung jawabnya sebagai Menteri ESDM. Menurutnya, posisi tersebut dibutuhkan untuk merespons situasi geopolitik yang tidak menentu serta perubahan dinamika ekonomi global.

        Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus mendorong percepatan hilirisasi. Pada saat yang sama, dunia juga bergerak menuju penggunaan energi yang lebih bersih.

        Karena itu, Bahlil menilai hilirisasi dan transisi energi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kedua agenda tersebut harus dikerjakan secara terpadu agar target pemerintah dapat diwujudkan.

        "Ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial, tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," terangnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: