Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PDIP Soal Penggantian Listyo Sigit hingga Reshuffle ke-7 Prabowo: Ada Pesan Besar di Baliknya

        PDIP Soal Penggantian Listyo Sigit hingga Reshuffle ke-7 Prabowo:  Ada Pesan Besar di Baliknya Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto kembali mendapat sorotan politik. Reshuffle kabinet ke-7 yang melibatkan sejumlah menteri dan pejabat negara dinilai tidak bisa dibaca hanya sebagai pergantian posisi biasa.

        Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ansy Lema mengatakan ada pesan penting yang perlu dicermati dari keputusan presiden melakukan reshuffle pada Kamis (1/10/2026).

        Baca Juga: Dokter Tifa: Kalau Cuma Lihat 10 Menit, Dari Mana Tahu Ijazah Jokowi Itu Asli atau Tidak

        Menurut Ansy, perubahan susunan kabinet tersebut sangat mungkin berkaitan dengan evaluasi terhadap kinerja para pembantu presiden selama menjalankan tugas.

        “Kami melihat reshuffle ke-7 dengan 18 menteri yang dirotasi ini tentu punya pesan yang harus dibaca tidak sekadar cuman pergantian atau rotasi biasa,” ujar Ansy, dikutip Jumat (2/10/2026).

        PDIP melihat reshuffle sebagai bagian dari langkah strategis presiden untuk mengevaluasi sekaligus menata ulang pemerintahan.

        Ansy menilai keputusan mengganti atau merotasi pejabat tentu tidak muncul tanpa alasan. Menurutnya, terdapat urgensi tertentu yang menjadi pertimbangan Presiden Prabowo.

        “Pasti ada urgensi yang melatar belakanginya,” kata Ansy.

        Diketahui Prabowo melakukan reshuffle dengan melantik sejumlah menteri dan wakil menteri baru untuk melanjutkan masa pemerintahan Kabinet Merah Putih 2024–2029.

        Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024–2029.

        Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa perombakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas kerja pemerintah sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis nasional.

        Sejumlah posisi penting ikut berubah. Di antaranya Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan. Sementara Kapolri kini dipercayakan kepada Suyudi Ario Seto.

        Baca Juga: Pojokkan Saksinya Jokowi, Hakim Tegur Dokter Tifa di Sidang Kasus Ijazah

        Perubahan juga terjadi di sektor politik, ekonomi, energi, keuangan, pertanian, kelautan hingga reforma agraria.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: