Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Eks Kapolri Listyo Sigit Dipindah ke KSP, Dinilai jadi 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo

        Eks Kapolri Listyo Sigit Dipindah ke KSP, Dinilai jadi 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pergantian pucuk pimpinan Polri di tengah perombakan kabinet Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan. Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (JARI’98), Willy Prakarsa, turut menyoroti posisi mantan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang disebut mendapat peran strategis sebagai Kepala Staf Presiden (KSP).

        Willy memandang penempatan Listyo Sigit dalam pemerintahan Prabowo sebagai bagian dari langkah pemerintah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi dan lapangan kerja hingga dinamika politik nasional.

        “Presiden Prabowo cukup cermat dan jeli dalam intelijen, jadikan Jend Pol Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si sebagai KSP,” ujar Willy dalam keterangannya kepada awak media, Jumat (2/10/2026).

        Menurut Willy, pengalaman dan karakter Listyo Sigit menjadi modal dalam menjalankan tugas strategis di pemerintahan. Ia menyebut eks Kapolri tersebut memiliki dedikasi, pekerja keras, humanis, rendah hati, dan berintegritas.

        “Semua tokoh dan elemen gerakan pastinya menaruh hormat pada sosok eks Kapolri tersebut dan terbilang sukses, miliki dedikasi, pekerja keras, humanis, humble dan berintegritas,” katanya.

        Willy kemudian mengibaratkan posisi Listyo Sigit dalam pemerintahan Prabowo seperti bidak benteng dalam permainan catur. Menurutnya, pengalaman Sigit dapat menjadi modal dalam menghadapi dinamika keamanan dan politik nasional.

        “Sehingga ibarat permainan catur, eks Kapolri Sigit adalah benteng dari pemerintahan Prabowo yang dikenal pendiam dan cakap dalam bekerja,” ucap Willy.

        Ia juga menyinggung dinamika intelijen dan keamanan nasional yang menurutnya semakin kompleks. Willy berpandangan, keberadaan figur yang memiliki pengalaman di bidang tersebut dapat membantu pemerintah menghadapi berbagai potensi gejolak.

        “Saya berkeyakinan tanpa eks Kapolri tersebut di dalam pemerintahan Prabowo maka saya bisa pastikan Indonesia akan mengalami pergolakan dan bergejolak, dampaknya bisa mengalami gangguan keamanan nasional,” kata Willy.

        Baca Juga: PDIP Soal Penggantian Listyo Sigit hingga Reshuffle ke-7 Prabowo: Ada Pesan Besar di Baliknya

        Di sisi lain, Willy mengakui perombakan kabinet dapat dimaknai berbeda oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Menurutnya, ada pihak yang mungkin melihat pergantian sejumlah figur sebagai tanda adanya persoalan dalam menjalankan pemerintahan.

        Namun, sebagai pendukung Prabowo-Gibran, JARI’98 meminta pemerintah tidak berhenti pada pergantian figur. Willy menekankan pentingnya penataan pemerintahan yang disertai langkah konkret untuk menghadapi persoalan ekonomi dan lapangan pekerjaan.

        “Sebagai pendukung Prabowo-Gibran, saya dkk JARI’98 minta agar Prabowo serius lakukan penataan untuk negeri ini, minimal ciptakan lapangan kerja,” tandas Willy.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: