Kredit Foto: PSI
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Tak ingin hanya berkutat di tingkat pusat, partai tersebut menyiapkan konsolidasi hingga ke daerah dengan melibatkan sejumlah tokoh yang kini berada di dalam PSI.
Politisi PSI Bestari Barus mengatakan konsolidasi akan dilakukan dengan turun langsung ke berbagai wilayah. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Ahmad Ali, serta sejumlah tokoh lain yang bergabung dengan PSI disebut akan ikut dalam agenda tersebut.
"Yang hari ini akan kami lakukan adalah ada Pak Jokowi, ada Pak Ahmad Ali, dan banyak tokoh-tokoh lain yang akan bergabung. Kami akan berputar ke seluruh wilayah 38 provinsi, ditambah ratusan kabupaten dan kota," katanya dalam tayangan YouTube Total Politik, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Politisi PSI: Kalau Gibran Digantikan, Prabowo Diganti Juga Dong
Menurut Bestari, agenda tersebut merupakan bagian dari persiapan PSI menghadapi Pemilu 2029, termasuk menghadapi kemungkinan perubahan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 7 persen.
Wacana kenaikan ambang batas tersebut, kata Bestari, tidak membuat PSI mengendurkan persiapan. Sebaliknya, partai justru akan memperkuat konsolidasi dengan menggerakkan tokoh-tokohnya ke berbagai daerah.
Konsolidasi tersebut akan menyasar seluruh tingkatan wilayah, mulai dari provinsi hingga kabupaten dan kota. Selain memperkuat struktur organisasi, langkah itu juga ditujukan untuk memperkuat komunikasi politik dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Bestari menyebut keberadaan Jokowi di dalam PSI turut memberikan dampak terhadap internal partai. Bergabungnya mantan presiden tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat PSI tetap percaya diri menghadapi kemungkinan perubahan ambang batas parlemen.
Baca Juga: Pasukan Gibran: Jika Pemakzulan Terjadi, Keduanya Turun Bersamaan
"Efek dari Pak Jokowi yang sudah bergabung dengan PSI ini membawa dampak yang sangat luar biasa. Hal inilah yang kemudian membuat saya berani menyatakan bahwa kami tidak khawatir, bahkan dengan 7 persen itu," ujarnya.
Dalam agenda konsolidasi tersebut, bukan hanya Jokowi dan Ahmad Ali yang akan dilibatkan. Sejumlah tokoh lain yang telah bergabung dengan PSI juga disebut bakal ikut turun ke berbagai wilayah untuk memperkenalkan diri sekaligus memperkuat mesin politik partai.
Langkah PSI itu dilakukan ketika pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu masih berlangsung. Perubahan regulasi tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah ketentuan dalam penyelenggaraan Pemilu 2029, termasuk format dan ambang batas politik.
Bagi PSI, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak semata-mata bergantung pada aturan yang nantinya ditetapkan. Bestari menilai penguatan struktur organisasi dan komunikasi dengan masyarakat tetap menjadi pekerjaan penting bagi partai.
Dengan konsolidasi yang dirancang menjangkau 38 provinsi serta ratusan kabupaten dan kota, PSI mulai mengarahkan perhatian pada penguatan basis politik di daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: