Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jokowi dan Cak Imin Akan Jadi Kuda Hitam Pilpres: Canggih, Cair dan Paham Gimana Berselancar Politik

        Jokowi dan Cak Imin Akan Jadi Kuda Hitam Pilpres: Canggih, Cair dan Paham Gimana Berselancar Politik Kredit Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama Joko Widodo (Jokowi) dan Muhaimin Iskandar Cak Imin kembali disorot dalam pembacaan peta politik nasional menuju pesta demokrasi mendatang. Keduanya dinilai berpotensi jadi kuda hitam yang akan membuat menarik Pilpres 2029.

        Pengamat Politik Hendri Satrio menilai pengalaman keduanya dalam menghadapi perubahan konfigurasi politik membuat mereka menarik untuk diperhatikan. Jokowi dan Cak Imin menurutnya memiliki kemampuan beradaptasi ketika peta koalisi berubah.

        Baca Juga: Bukan Prabowo, Ternyata Menteri Inilah Sekutu Ideal dan Paling Dekat Buat Jokowi

        Kemampuan Cak Imin akan hal tersebut sudah terlihat menjelang Pilpres 2024. Saat itu, Anies Baswedan yang sebelumnya berada dalam koalisi perubahan akhirnya berpasangan dengan Cak Imin.

        Pasangan Anies-Muhaimin diketahui diusung NasDem, PKB dan PKS. Sebelumnya, Demokrat merupakan bagian dari koalisi tersebut, tetapi kemudian keluar setelah perubahan konfigurasi pasangan tersebut.

        Bagi Hendri, peristiwa tersebut memperlihatkan bagaimana seorang tokoh politik dapat bergerak mengikuti perubahan keadaan, bahkan menjadi dalang perubahan itu sendiri.

        "Cak Imin memang canggih, cair banget. Dia yang paling paham bagaimana berselancar," ujar Hendri, dikutip Minggu (4/10/2026).

        Hendri melihat fleksibilitas politik dari menteri tersebut sebagai salah satu kekuatan yang membuatnya mampu tetap berada dalam percaturan nasional meski konfigurasi koalisi berubah.

        Ia juga menghubungkan kemampuan tersebut dengan pengalaman milik Jokowi. Selama berada di pemerintahan, mantan presiden itu pernah berinteraksi dengan berbagai partai politik dengan posisi dan konfigurasi yang berbeda.

        Karenanya, Hendri menilai pengalaman tersebut memberikan pemahaman tersendiri mengenai karakter dan cara kerja masing-masing kekuatan politik.

        "Masalahnya, ada enggak kekuatan politik yang tidak pernah berkoalisi dengan Pak Jokowi? Enggak ada. Jadi Jokowi tahu persis cara mainnya karena semuanya pernah di lingkaran dia," kata Hendri.

        Menurut dia, pengalaman panjang tersebut membuat mantan presiden itu memiliki pengetahuan mengenai pola komunikasi dan strategi berbagai partai. Jokowi karenanya dapat menjadi kuda hitam yang ditakuti banyak pihak di Pilpres 2029.

        Baca Juga: Lantik Rocky Gerung, Prabowo Jadi Presiden dengan Reshuffle Terbanyak Dibanding Dua Tahun Era Jokowi

        Diketahui, Jokowi sendiri baru-baru ini mengumumkan bahwa ia merupakan kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia mengaku sudah satu tahun bergabung dengan partai tersebut, namun baru kali ini mengumumkan status keanggotaannya dengan menunjukkan KTA PSI.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: