Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dulu Dukung Anies Baswedan Kini Dilantik Prabowo, Ini Penjelasan Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

        Dulu Dukung Anies Baswedan Kini Dilantik Prabowo, Ini Penjelasan Kepala Bakom Syahganda Nainggolan Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tokoh pergerakan Syahganda Nainggolan mengungkap alasan di balik perubahan posisi politiknya, dari sebelumnya mendukung Anies Baswedan dalam Pilpres hingga kini mendekat ke pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

        Syahganda juga diketahui menjalin komunikasi dengan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Ia menyebut perubahan tersebut bukan didasarkan pada fanatisme terhadap figur politik tertentu, melainkan karena melihat adanya kesesuaian agenda perjuangan dengan pemerintahan saat ini.

        Hal itu disampaikan Syahganda saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun dalam siniar yang tayang di YouTube pada 3 Oktober 2026.

        Syahganda menyebut dirinya sebagai seorang "intelektual aktivis". Menurut dia, seorang aktivis tidak seharusnya hanya bergerak berdasarkan momentum pemilu, tetapi terus memperjuangkan agenda yang diyakini, termasuk persoalan agraria, buruh, dan masyarakat miskin kota.

        "Pada saat Anies capres, memang saya pendukung Anies karena dia yang membawa tema-tema itu. Sementara waktu itu Pak Prabowo bersama Jokowi, rezim Jokowi waktu itu kelihatan kurang membawa isu itu, apalagi saya dipenjarakan oleh rezim Jokowi," jelas Syahganda.

        Ia menegaskan dukungannya kepada Anies ketika itu merupakan pilihan yang didasarkan pada kesesuaian agenda. Setelah pemilu dan pergantian pemerintahan, Syahganda melihat terdapat peluang untuk mendorong agenda perjuangannya melalui pemerintahan Prabowo.

        Menurut Syahganda, Prabowo setelah terpilih sebagai presiden menunjukkan karakter politik yang berbeda dibanding ketika masih berada dalam pemerintahan sebelumnya.

        "Bapak Prabowo sendiri kembali ke jati dirinya memperlihatkan setelah pemilu bahwa dia itu sebenarnya Garuda, dia sebenarnya singa, dia harimau, bukan ant-nya (semut/bawahan) Jokowi. Makin lama makin kelihatan. Saya senang karena ide-ide perjuangan saya klop dengan dia," paparnya.

        Syahganda juga menjelaskan kedekatannya dengan Sufmi Dasco Ahmad. Ia menyebut hubungan tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menyampaikan gagasan kepada pembuat kebijakan.

        Melalui lembaga think tank Great Institute yang dibentuknya, Syahganda mengatakan dirinya memilih berada di "lingkaran pinggir" kekuasaan. Posisi tersebut, menurut dia, memungkinkan berbagai kajian dan gagasan yang berkaitan dengan kepentingan publik disampaikan secara langsung kepada pemerintah.

        Ia mencontohkan keterlibatannya dalam pembahasan mengenai kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK 2). Syahganda mengaku pernah menyampaikan pandangannya kepada Dasco mengenai pentingnya menjaga akses masyarakat terhadap kawasan pantai.

        "Saya membisikkan kepada Prof Dasco. Saya menceritakan kalau di Belanda itu ditarik 1 km tidak ada bangunan supaya semua rakyat bebas pergi ke pantai sebagai ruang publik. Oleh Pak Dasco hal itu dianggap sebagai pikiran yang sama. Hasilnya, sekarang Prabowo sudah membentuk Badan Otorita Pantai Utara Pulau Jawa," ungkap Syahganda.

        Menurut Syahganda, jalur komunikasi semacam itu akan sulit dilakukan jika dirinya memilih beroposisi secara frontal di luar pemerintahan.

        Meski kini berada lebih dekat dengan lingkaran kekuasaan, Syahganda menegaskan tetap mempertahankan independensinya. Ia mengatakan akan tetap mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap keliru, sekaligus mendukung kebijakan yang dinilainya berpihak kepada kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: