Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rocky Gerung Paling Getol Mengkritik Jokowi, Sekarang Satu Atap dengan Pratikno dan Anwar Usman

        Rocky Gerung Paling Getol Mengkritik Jokowi, Sekarang Satu Atap dengan Pratikno dan Anwar Usman Kredit Foto: Christian Andy
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gede Pasek Suardika, memberikan analisis tajam terkait lonjakan jumlah anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

        Gede Pasek menyoroti perubahan drastis struktur Wantimpres yang kini diisi oleh 26 figur dengan beragam latar belakang, jauh melampaui era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo yang masing-masing hanya menempatkan 9 orang.

        Menurut Gede Pasek, pembengkakan formasi ini bukanlah sekadar instrumen bagi-bagi jabatan atau pengabaian efisiensi anggaran, melainkan sebuah taktik politik tingkat tinggi untuk mengendalikan berbagai kubu kekuasaan.

        "Saya membaca strategi Prabowo mengumpulkan satu kandang kubu yang berbeda adalah cara jitu untuk mengendalikan dengan terukur," ujar Gede Pasek Suardika, Senin (5/10/2026).

        Gede Pasek mencontohkan keputusan Prabowo yang menempatkan pengkritik keras seperti Rocky Gerung di bawah satu atap dengan para loyalis utama Jokowi (die hard), seperti Pratikno dan Anwar Usman.

        Ia menilai, langkah ini memaksa kubu-kubu yang saling berseberangan untuk duduk bersama. Dengan fasilitas negara dan gaji Rp76,5 juta per bulan, posisi ini dinilai efektif untuk meninabobokan para pengkritik sekaligus menjadikan mereka corong keberhasilan pemerintah.

        "Kedunguan ala Rocky Gerung yang anti-Jokowi harus bertemu dengan Ketua Wantimpres Pratikno dan Anwar Usman yang tubuh hingga ke sumsum dan tulangnya adalah Jokowi. Mereka harus bersenda gurau membangun Wantimpres yang kompak," jelasnya.

        Lebih jauh, Gede Pasek membaca penempatan Pratikno sebagai Ketua Wantimpres sebagai gerakan halus Prabowo untuk mengendorkan pengaruh dan jejaring politik Jokowi di pemerintahan.

        Jabatan Wantimpres dinilai sebagai posisi tinggi namun tidak memiliki "kaki" atau kekuatan eksekusi kebijakan di lapangan.

        Sebaliknya, posisi strategis yang berdampak pada kekuatan elektoral seperti Menko PMK yang memegang kendali kesejahteraan dan kemanusiaan kini diserahkan kepada Sekjen Gerindra, Sugiono.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: