Bela Grace Natalie, 'Denny Indrayana Ingin Semua Anak Indonesia yang Sekolah di Luar Negeri Tak Boleh Nyapres
Kredit Foto: Instagram/Grace Natalie
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, merespons keras manuver hukum mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, terkait status ijazah pendidikan tingkat menengah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Grace melontarkan kritik terbuka terhadap pernyataan Denny yang secara konsisten menuntut Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Gibran dengan dalil ketiadaan bukti kelulusan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Menurut Grace, polemik ini mencuat murni akibat kekeliruan dalam membaca sistem pendidikan internasional menggunakan standar baku pendidikan nasional.
"Kita sedang memaksakan sistem pendidikan Indonesia untuk membaca sistem pendidikan negara lain," ujar Grace Natalie melalui unggahan di media sosial pribadinya, Senin (5/10/2026).
Grace memaparkan bahwa skema jenjang pendidikan di luar negeri memiliki beragam kualifikasi yang tidak selalu selinier jenjang SMP ke SMA seperti yang dianut secara konvensional di Indonesia.
"Kalau di Indonesia, lazimnya kan SMP-SMA, lanjut kuliah. Di negara lain ada banyak jalur, misal ada O Level, A Level, Foundation, Pathway, Diploma, Advance Diploma," urai Grace.
Ia menegaskan bahwa rekam jejak akademik Gibran yang melintasi tiga negara memerlukan pemahaman komprehensif, bukan sekadar mencocokkan dokumen kelulusan ala Indonesia.
"Nah, Gibran itu menempuh pendidikan di tiga negara: Indonesia, Singapura, Australia. Ketiganya punya sistem pendidikan yang tak bisa disamakan dengan sistem pendidikan di Indonesia," imbuhnya.
Pernyataan ini dilontarkan Grace guna mematahkan argumen kubu Denny Indrayana di persidangan MK yang mempermasalahkan bukti pendidikan Gibran yang dianggap sekadar Certificate of Attendance (sertifikat kehadiran) dan bukan ijazah tamat SMA.
Argumen pembelaan yang dilempar oleh politikus PSI tersebut sontak memicu perdebatan riuh dari warganet. Reaksi publik terbelah antara pihak yang menyangsikan argumen Grace dan menyerahkannya kepada kewenangan hakim konstitusi, hingga barisan netizen yang berbalik menyindir figur Denny Indrayana.
Sebagian warganet skeptis terhadap kapasitas Grace dalam menilai legalitas dokumen tersebut. Salah satunya diungkapkan oleh akun @mansoer_syarif yang menuliskan, "Kamu dan hakim MK mana yang lebih paham."
Hal senada disampaikan akun @aldoriservice, "Lebih percaya MK daripada Grace... Itu klo mau cari kebenaran."
Di sisi lain, tidak sedikit yang melontarkan cibiran personal terhadap karir Denny di luar negeri. Akun @didiradjah berkomentar, "Deni saja yang ijazahnya S3 tidak laku ijazahnya di Australia. Capek-capek S3 malah jadi sopir online."
Sementara itu, akun @kandasayang86 turut menimpali dengan nada satir, "Harapan Deny Indrayana semua anak-anak yang sekolah di luar negeri tidak boleh nyapres."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: