Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cerita Lahan Habib Rizieq Hampir 'Dirampas' jadi Kopdes, Syahganda dan Ferry Juliantono Turun Tangan

        Cerita Lahan Habib Rizieq Hampir 'Dirampas' jadi Kopdes, Syahganda dan Ferry Juliantono Turun Tangan Kredit Foto: Great Institute
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tokoh pergerakan Syahganda Nainggolan yang kini menjabat sebagai Badan Komunikasi (Bakom) RI mengungkap cerita di balik persoalan lahan yang dikelola mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, di Megamendung, Bogor.

        Menurut Syahganda, lahan tersebut sempat terancam diambil alih untuk kepentingan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Mengetahui persoalan itu, ia kemudian menghubungi Menteri Koperasi Indonesia Ferry Juliantono untuk membicarakannya.

        Kisah tersebut disampaikan Syahganda saat berbincang dengan pakar hukum tata negara Refly Harun dalam podcast yang tayang di channel Youtube Refly Harun pada 3 Oktober 2026.

        Syahganda mengatakan lahan yang dikelola Habib Rizieq sebelumnya digunakan untuk rumah sehat. Karena itu, ia mempertanyakan rencana penggunaan lahan tersebut untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, sementara menurutnya masih tersedia lokasi lain yang dapat digunakan.

        “Ketika tanah Habib Rizieq mau diambil oleh oknum, atau oleh militernya sendiri kita enggak tahu, di Megamendung untuk dijadikan Koperasi Desa Merah Putih, saya kemudian bercerita kepada Ferry. Saya bilang, 'Fer, ini kan sudah dikelola oleh Habib Rizieq untuk rumah sehat. Kan masih ada tanah lain yang bisa dipakai',” urai Syahganda.

        Setelah pembicaraan tersebut, Syahganda dan Ferry kemudian mendatangi Habib Rizieq di Megamendung. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mereka menyelesaikan persoalan lahan tersebut.

        Menurut Syahganda, hasil komunikasi dan negosiasi akhirnya membuat rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dipindahkan ke lokasi lain. Dengan demikian, lahan yang telah dikelola untuk rumah sehat tidak digunakan untuk pembangunan fasilitas tersebut.

        Kunjungan ke Megamendung juga menjadi momen solidaritas bagi Syahganda dan Ferry. Dalam kesempatan itu, keduanya diajak Habib Rizieq berziarah ke makam enam syuhada laskar FPI.

        Baca Juga: Dulu Dukung Anies Baswedan Kini Dilantik Prabowo, Ini Penjelasan Kepala Bakom Syahganda Nainggolan

        “Ketika dibawa oleh Habib Rizieq ziarah ke makam enam syuhada itu, kita ikut prihatin. Ziarah ke sana menunjukkan bahwa kita tetap menjadi bagian dari perjuangan Habib Rizieq,” tegas Syahganda.

        Ferry yang disebut Syahganda dalam cerita tersebut kini memiliki posisi di pemerintahan dan kepartaian. Sementara Syahganda mengambil posisi di lingkaran pinggir pemerintahan melalui aktivitas kajian dan pergerakan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: