Dedi Mulyadi Bantah Resmikan Proyek Data Center di Jatiluhur: Saya Datang untuk Kawal Investasi
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi meluruskan kabar mengenai kehadirannya yang sempat dikaitkan dengan agenda peresmian proyek pusat data berbasis kecerdasan buatan milik perusahaan BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Dedi menegaskan bahwa kedatangannya ke lokasi bukan untuk meresmikan proyek tersebut. Ia menyebut kunjungan itu dilakukan atas inisiatifnya sendiri sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mengawal investasi yang masuk ke Jawa Barat.
Baca Juga: Banyak Terungkap di Sidang Roy Suryo, Jaksa Sebut Kredibilitas Jokowi Hancur Gegara Polemik Ijazah
Menurut Dedi, ia sebelumnya telah menerima perwakilan dari BDx di Gedung Sate. Setelah pertemuan tersebut, ia merasa perlu melihat langsung kondisi lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi serta berbagai kebutuhan yang diperlukan sebelum pembangunan dilanjutkan.
"Saya datang bukan untuk meresmikan. Saya ingin melihat langsung kesiapan lokasi dan memastikan kebutuhan investasinya dipenuhi," demikian inti penjelasan dari Dedi, dikutip Selasa (6/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, aspek administratif menjadi salah satu perhatian utama. Dedi menyebut sejumlah perizinan perlu dipastikan kelengkapannya, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Menurut dia, ketika peninjauan dilakukan, sejumlah dokumen tersebut belum sepenuhnya terbit. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera menyelesaikan proses administrasi agar persoalan perizinan tidak menjadi hambatan bagi investasi.
Bagi Dedi, pengawalan sejak tahap awal diperlukan agar investasi bernilai besar dapat berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah, kata dia, bukan sekadar membuka pintu bagi investor, tetapi juga harus memastikan seluruh proses pembangunan memenuhi aturan yang berlaku.
Selain masalah perizinan, kebutuhan air untuk operasional data center juga menjadi perhatian.
Dedi menjelaskan bahwa kebutuhan air proyek nantinya akan dipenuhi melalui PDAM. Ia memastikan pemanfaatan air untuk kepentingan industri tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan masyarakat.
PDAM di Purwakarta sendiri memiliki kuota air sebesar 3.000 liter per detik dari Jatiluhur. Sementara pemanfaatannya saat ini disebut baru sekitar 25 persen.
Menurut Dedi, kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan investasi tanpa mengorbankan pelayanan air kepada masyarakat.
Investasi BDx sendiri disebut memiliki nilai sekitar Rp750 miliar. Besarnya nilai tersebut membuat sang gubernur melihat proyek bukan hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dari potensi manfaat ekonominya bagi daerah.
Baca Juga: Meme Gibran-Dedi Mulyadi Makin Ramai, Sinyal Mulai Geraknya Pendukung Jokowi Jelang 2029
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, investasi bernilai besar harus dikawal sejak awal agar tidak hanya cepat terealisasi, tetapi juga berjalan tertib dan memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: