Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Warga Wajib Merasakan, Dedi Mulyadi Ingin Ada 'Balas Budi' dari Proyek Data Center Jatiluhur

        Warga Wajib Merasakan, Dedi Mulyadi Ingin Ada 'Balas Budi' dari Proyek Data Center Jatiluhur Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi terus mengawal investasi proyek pusat data berbasis akal imitasi milik BDx di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Ia tidak ingin hal itu dilihat hanya sebagai proyek bernilai besar.

        Dedi menilai investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat. Karenanya, ia berharap ada semacam "balas budi" dari investasi yang nilainya diperkirakan mencapai Rp750 miliar tersebut.

        Baca Juga: PDIP Sentil Jokowi: Soal Politik Adu Domba dan Belah Bambu, Memang Jagonya

        Salah satu peluang manfaat yang disorotinya berasal dari kebutuhan air untuk operasional proyek. Kebutuhan tersebut direncanakan dipenuhi melalui PDAM.

        Dedi menyebut kondisi kapasitas air saat ini masih memungkinkan untuk mendukung investasi tanpa mengganggu pasokan bagi masyarakat.

        PDAM di Purwakarta memiliki kuota air sebesar 3.000 liter per detik dari Jatiluhur. Namun, pemanfaatannya saat ini baru sekitar 25 persen. Artinya, masih terdapat kapasitas yang dapat digunakan. Namun Dedi menyebut pemanfaatan sumber daya tersebut idealnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan perusahaan.

        Ia berharap kerja sama tersebut juga dapat meningkatkan pendapatan PDAM. Tambahan pendapatan itu selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk memperkuat infrastruktur pelayanan air yang pada akhirnya kembali dirasakan masyarakat.

        Dengan kata lain, investasi diharapkan menciptakan siklus manfaat: perusahaan memperoleh dukungan infrastruktur, sementara daerah mendapatkan tambahan penerimaan dan masyarakat memperoleh peningkatan kualitas pelayanan.

        Dedi juga menegaskan bahwa kebutuhan air data center tidak boleh mengorbankan kepentingan warga. Menurutnya, pemerintah harus memastikan investasi dapat berjalan tanpa mengurangi hak masyarakat terhadap layanan dasar.

        Selain persoalan air, pemerintah daerah juga diminta memastikan proyek berjalan dengan memenuhi seluruh ketentuan administratif.

        Dedi menyebut sejumlah perizinan belum sepenuhnya terbit, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

        Ia meminta pemerintah daerah mempercepat proses kelengkapan administrasi tersebut. Bagi Dedi, investasi besar harus tetap berjalan dalam koridor aturan.

        Kehadiran Dedi di lokasi sebelumnya sempat dikaitkan dengan agenda peresmian proyek data center BDx. Namun ia telah memberikan klarifikasi bahwa kedatangannya bukan untuk meresmikan pembangunan.

        Ia mengaku datang setelah sebelumnya menerima perwakilan dari BDx di Gedung Sate. Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung kesiapan lokasi sekaligus memastikan berbagai kebutuhan pembangunan telah dipersiapkan.

        Baca Juga: Banyak Terungkap di Sidang Roy Suryo, Jaksa Sebut Kredibilitas Jokowi Hancur Gegara Polemik Ijazah

        Dedi sendiri menegaskan investasi harus dikawal agar memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan secara luas. Nilai proyek yang mencapai sekitar Rp750 miliar, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi daerah, khususnya untuk Jabar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: